• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Potret Buram Taman Nasional Komodo, Begini Penanganannya

Rita Hasugian by Rita Hasugian
5 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Turis-berkunjung-ke-Taman-Nasional-Komodo-beberapa-waktu-lalu

Turis-berkunjung-ke-Taman-Nasional-Komodo-beberapa-waktu-lalu

0
SHARES
76
VIEWS

Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) akan meningkatkan patroli keliling kawasan setiap hari untuk meminimalkan kebakaran dan pencurian hewan di dalam kawasan taman nasional itu.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNK, Dwi Putro Sugiarto juga meminta masyarakat yang bermukim di dalam kawasan Taman Nasional Komodo untuk membantu petugas BTNK menjaga tempat tinggal habitat komodo dengan memberikan informasi.

Menurut Dwi, kebakaran yang terjadi baru -baru ini di Pulau Komodo disebabkan musim kemarau yang panjang.

Pihak BTNK tidak menemukan penyebab kebakaran karena ulah manusia. Apalagi akses masyarakat menuju lokasi kebakaran sangat sulit.

Menurut Dwi, sedikitnya 10 hektare lahan di pulau itu hangus terbakar. Namun tidak ada komodo dan hewan lain seperti rusa,kerbau dan babi hutan yang tewas akibat kebakaran tersebut.

Dwi membenarkan lahan yang hangus terbakar merupakan zona inti yakni tempat tinggal habitat Komodo.

Namun saat terjadinya kebakaran, Komodo sedang tidak berada di lokasi kebakaran.

“Komodo berada di lokasi kebakaran itu pada saat musim hujan.Pada saat musim kemarau, Komodo tidak berada di lahan itu,” kata Dwi kepada wartawa.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi mendorong BTNK untuk serius menjaga kawasan tempat tinggal hewan purba Komodo. Dia meminta petugas setiap hari melakukan patroli keliling kawasan.

Bupati juga meminta BTNK memperbanyak pos penjagaan di dalam kawasan taman nasional itu..

Selain untuk menjaga kawasan Taman Nasional Komodo agar tidak terjadi kebakaran,pos penjagaan juga berfungsi untuk menangkap pelaku pencurian hewan seperti rusa.

“Kita minta BTNK perbanyak pos penjagaan di dalam kawasan TNK. Aksi pencurian rusa sering terjadi,”ujar Edi Endi.

Pada 1 Agustus 2021, Komite Warisan Dunia Badan PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan Budaya atau Unesco meminta pemerintah Indonesia menghentikan sementara semua proyek infrastruktur di dalam dan sekitar Taman Nasional Komodo.

Komite Warisan Dunia Unesco dalam pernyataan tertulisnya beralasan, proyek infrastruktur itu berpotensi berdampak pada nilai universal luar biasanya.

Penghentian sementara dilakukan hingga Analisa Dampak Lingkunganyang direvisi diajukan ditinjau oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam aatau IUCN. (Ri/Rita Hasugian)

Tags: #BTNK#kebakaran#Komodo #Tamannasionalkomodo#Manggaraibarat#Pencurian#Unesco
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati