Sampah Picu Banjir di Kota Kupang

Seorang Ibu di Bakunase mengungsi ke rumah tetangga akibat banjir (KatongNTT)

Seorang Ibu di Bakunase mengungsi ke rumah tetangga akibat banjir (KatongNTT)

Curah hujan dengan intensitas tinggi di kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengakibatkan banjir di Kota Kupang, Rabu (23/02/2022). Sampah pada saluran air turut memicu banjir di sejumlah titik.

“Curah hujan tinggi dan akibat sampah di saluran-saluran air,” ujar Ernest Ludji, Kepala BPBD Kota Kupang menjelaskan tentang penyebab banjir kepada katongNTT.

Hujan yang mengguyur Kota Kupang sejak Selasa malam mengakibatkan sejumlah kali seperti Kali Bakunase, kali dekat SMAK Giovani Kupang meluap.

Pantauan KatongNTT pada Rabu sekitar pukul 17.00 WITA, kali dekat SMAK Giovani meluap dan air masuk ke halaman sekolah. Kondisi kali dipenuhi sampah yang menyumbat saluran air.

Potongan-potongan kayu kering terbawa arus air dan tertumpuk pada bahu jalan. Botol-botol plastik pun berserakan di pinggir jalan.

Potongan-potongan kayu kering yang terseret arus air kali dekat SMAK Giovani Kupang tertumpuk di pinggir jalan (Joe-KatongNTT)

Di Bakunase, sawah warga terendam banjir. Luapan air mengakibatkan dua keluarga mengungsi ke rumah tetangga.

“(banjir) di belakang rumah. Sawah meluap dan menggenangi beberapa rumah. Mereka terpaksa mengungsi ke kami. Di rumah ada tampung anak-anak,” kata Pendeta Emy Sahertian.

Di beberapa lokasi lain seperti ruas jalan Timor Raya, di Oesapa, jalan di Tuak Daun Merah serta beberapa lokasi lain, air menggenangi badan jalan.

Ernest mengatakan, saat ini BPDB Kota Kupang berkeliling untuk melihat titik-titik banjir. Belum dipastikan berapa lokasi yang terdampak banjir.

“Saat ini tim BPBD Kota Kupang melakukan pendataan ke seluruh lokasi yang terdampak banjir di beberapa titik di Kota Kupang,” kata Ernest.

BPBD Kota Kupang, kata Ernest, sudah berkoordinasi dengan SAR NTT dan BPBD NTT untuk dukungan peralatan yang bisa dimobilisasi sewaktu-waktu di perlukan.

Tumpukan botol plastik di pinggir jalan yang terbawa arus air (Joe-KatongNTT)

“Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang, jangan panik, siapkan surat-surat dan barang-barang berharga supaya apabila harus dievakuasi maka barang-barang tersebut bisa diamankan,” kata Ernest.

Ernest meminta warga untuk tidak terprovokasi dengan informasi hoax yang beredar dari sumber-sumber tidak bertanggungjawab. Warga, kata Ernest, harus selektif dalam menerima informasi. Ia menganjurkan agar warga mengikuti informasi yang resmi dari BMKG dan BPBD.(K-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *