Sebagian Wilayah NTT Tanpa Hujan

pada dasarian I Mei 2022, umumnya wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hari tanpa hujan (HTH) sangat pendek hingga menengah

Ilustrasi - Lahan pertanian yang kering akibat hari tanpa hujan di Kabupaten Kupang, Pulau Timor, NTT. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Ilustrasi - Lahan pertanian yang kering akibat hari tanpa hujan di Kabupaten Kupang, Pulau Timor, NTT. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Kupang – Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pada dasarian I Mei 2022, umumnya wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hari tanpa hujan (HTH) sangat pendek hingga menengah. HTH di wilayah NTT diperkirakan terjadi selama 1-5 hari hingga 11-20 hari.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang, Rahmattulloh Adji dalam laporan resminya, Selasa (10/5/2022) mengatakan, beberapa wilayah seperti Kabupaten Sikka, sekitar Stamet Maumere, Kabupaten Lembata, sekitar Waipukang, Sumba Timur sekitar Malolo dan Kemanggih, Kota Kupang sekitar Bakunase, Oepoi dan Mapoli mengalami HTH kategori panjang (21-30 hari).

Selain itu, wilayah yang mengalami HTH panjang yakni Kabupaten Kupang sekitar Naibonat, Lelogama dan Oelnasi, Kabupaten TTS sekitar Batuputih dan Oebelo, Kabupaten Belu sekitar Atambua/Motabuik, Fatukmetan, Wedomu, Haekesak dan Umarese serta Kabupaten TTU sekitar Mamsena.

Adji menjelaskan, ada dua wilayah di NTT yang mengalami hari tanpa hujan kategori sangat panjang berkisar 31-60 hari. Wilayah tersebut yakni Kabupaten Belu sekitar Fatubenoa dan Kabupaten Sumba Timur sekitar Rambangaru.

“Sedangkan di Kab. Ngada (Mataloko), Kab. Ende (sekitar Bokasape, Watunesu dan Kelimutu), Kab. Sikka (Paga dan Nangablo) dan Sumba Barat Daya (sekitar Waitabula) masih mengalami hari hujan,” jelas Adji.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengimbau masyarakat di daerah dengan HTH sangat panjang itu perlu mewaspadai dampak bencana seperti krisis air bersih maupun ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Masyarakat perlu memiliki persediaan air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam menghadapi ancaman kekeringan,” katanya dikutip dari ANTARA (Joe)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *