• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Tel Aviv di Israel, Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Distrik-Bauhaus-di-Tel-Aviv, ibukota Israel (Culturetrip)

Distrik-Bauhaus-di-Tel-Aviv, ibukota Israel. (Culturetrip)

0
SHARES
743
VIEWS

Tel Aviv, ibukota Israel untuk pertama kali menempati posisi kota dengan biaya hidup termahal di dunia pada tahun 2021. Tel Aviv menggantikan posisi Paris, ibukota Prancis pada tahun 2020.

Berdasarkan laporan bertajuk Worldwire Cost of Living Index yang dirilis Economist Intelligence Unit (EIU) pada November ini, Tel Aviv menempati posisi kota termahal kelima di dunia pada 2020.

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

Peningkatan drastis Tel Aviv menjadi kota dengan biaya hidup paling mahal di dunia disebabkan peningkatan harga barang kebutuhan sehari-hari dan transportasi. Penyebab yang tak kalah penting adalah menguatnya nilai mata uang Israel, shekel terhadap Dolar Amerika Serikat.

Untuk posisi kota termahal berikutnya ditempati Paris dan Singapura. Zurich dan Hong Kong menjadi kota termahal keempat dan kelima di dunia.

Adapun sebagian besar kota-kota besar di Amerika Serikat mengalami penurunan ranking untuk tahun 2021. Ini terjadi setelah pemerintah menyuntikkan dana untuk mengatasi perekonomiannya akibat pandemi Covid-19.

Survei Worldwide Cost of Living terhadap 173 kota di dunia tahun 2021 memperhitungkan angka inflasi harga produk kebutuhan sehari-hari sebesar 3,5 persen, tercepat dalam lima tahun terakhir. Perhitungan inflasi ini tidak termasuk kota Caracas (Venezuela), Damascus (Suriah), Buenos Aires (Argentina), dan Teheran (Iran). Kelima kota ini mengalami hyperinflation.

Situasi ini membuat Damascus, Ibukota Suriah menjadi kota dengan biaya hidup termurah di dunia dalam tahun 2021. Posisi serupa dengan tahun 2020.

Sedangkan Teheran menjadi kota dengan kenaikan ranking terbanyak dari ke 79 di tahun 2020 menjadi 29 di tahun ini.

Kota-kota dengan biaya hidup termurah lainnya tersebar di Afrika, Timur Tengah, dan sebagaian di Asia.

Tim riset EUI mengumpulkan data setiap Maret dan September dalam membuat Worldwide Cost of Living Index. EUI sudah lebih dari tiga dekade mengadakan survei tentang kota dengan biaya hidup termahal hingga termurah di dunia. (CNN/Euro News).

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati