Waspada Hujan Disertai Petir dan Gelombang Tinggi di NTT

Ilustrasi - Warga menyaksikan gelombang tinggi di perairan Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)

Ilustrasi - Warga menyaksikan gelombang tinggi di perairan Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hujan disertai petir dan angin kencang sesaat disejumlah wilayah, Kamis (3/2/2022).

Prakiraan cuaca tersebut terjadi disejumlah wilayah yakni Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Malaka, TTU, TTS, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Potensi angin kencang terjadi di seluruh wilayah NTT.

Suhu di NTT berkisar dari 18-31 derajat celsius dengan kelembaban mencapai 75-95 persen.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengatakan, NTT berada pada periode puncak musim hujan. Kelembaban di NTT cukup tinggi dan berpotensi terbentuk awan konvektif atau awan hujan mulai meningkat.

Warga diminta tetap waspada. Terutama pada dampak dari hujan dang angin kencang. Kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan banjir rob atau banjir di pesisir. Selain itu, bisa terjadi tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin serta sambaran petir.

Sementara itu, sebagian wilayah perairan NTT berpotensi terjadi gelombang kategori sedang dengan tinggi antara 1,25 – 2,5 meter. Sejumlah wilayah perairan yang masuk kategori tersebut yakni, perairan Utara Flores, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat dan timur, laut Satu bagian Utara dan Selatan. Selanjutnya selat Alor-Pantar, Selat Ombai, perairan Utara Kupang – Rote, perairan selatan Kupang – Rote, Samutra Hindia selatan Kupang – Rote dan selat Wetar.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Syaeful Hadi menjelaskan, wilayah perairan selatan Hindia Selatan Sumba dan Sabu terpantau berpotensi gelombang tinggi. Ketinggian gelombang berkisar 2,5 – 4 meter.

Sedangkan perairan selat Sape bagian Utara dan selat Flores – Lamakera berada pade kategori gelombang rendah dengan ketinggian 0,5 – 1,25 meter.

Warga diminta untuk waspada terhadap gelombang kategori yang beresiko tinggi terhadap kapal nelayan dan kapal tongkang. Dan gelombang kategori tinggi beresiko tinggi terhadap kapal Ferry.

“Umumnya angin bertiup dari adah Barat Daya – Barat Laut dengan dengan kecepatan 2 – 6 skala beautort,” tulis Syaeful Hadi dalam keterangan resmi yang diterima katongNTT. (K-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *