• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Waspada Hujan Disertai Petir dan Gelombang Tinggi di NTT

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi - Warga menyaksikan gelombang tinggi di perairan Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)

Ilustrasi - Warga menyaksikan gelombang tinggi di perairan Kota Kupang, NTT. (ANTARA/Kornelis Kaha)

0
SHARES
919
VIEWS

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami hujan disertai petir dan angin kencang sesaat disejumlah wilayah, Kamis (3/2/2022).

Prakiraan cuaca tersebut terjadi disejumlah wilayah yakni Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Malaka, TTU, TTS, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Potensi angin kencang terjadi di seluruh wilayah NTT.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Suhu di NTT berkisar dari 18-31 derajat celsius dengan kelembaban mencapai 75-95 persen.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi mengatakan, NTT berada pada periode puncak musim hujan. Kelembaban di NTT cukup tinggi dan berpotensi terbentuk awan konvektif atau awan hujan mulai meningkat.

Warga diminta tetap waspada. Terutama pada dampak dari hujan dang angin kencang. Kondisi ini berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan banjir rob atau banjir di pesisir. Selain itu, bisa terjadi tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin serta sambaran petir.

Sementara itu, sebagian wilayah perairan NTT berpotensi terjadi gelombang kategori sedang dengan tinggi antara 1,25 – 2,5 meter. Sejumlah wilayah perairan yang masuk kategori tersebut yakni, perairan Utara Flores, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat dan timur, laut Satu bagian Utara dan Selatan. Selanjutnya selat Alor-Pantar, Selat Ombai, perairan Utara Kupang – Rote, perairan selatan Kupang – Rote, Samutra Hindia selatan Kupang – Rote dan selat Wetar.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau, Syaeful Hadi menjelaskan, wilayah perairan selatan Hindia Selatan Sumba dan Sabu terpantau berpotensi gelombang tinggi. Ketinggian gelombang berkisar 2,5 – 4 meter.

Sedangkan perairan selat Sape bagian Utara dan selat Flores – Lamakera berada pade kategori gelombang rendah dengan ketinggian 0,5 – 1,25 meter.

Warga diminta untuk waspada terhadap gelombang kategori yang beresiko tinggi terhadap kapal nelayan dan kapal tongkang. Dan gelombang kategori tinggi beresiko tinggi terhadap kapal Ferry.

“Umumnya angin bertiup dari adah Barat Daya – Barat Laut dengan dengan kecepatan 2 – 6 skala beautort,” tulis Syaeful Hadi dalam keterangan resmi yang diterima katongNTT. (K-04)

Tags: #BMKG#cuacaharini#cuacaNTT#katongntt#peringatandini
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati