• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Mei 6, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan di NTT

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi - Kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Komodo, Flores, NTT, beberapa waktu lalu, di luar di kawasan lahan wisata Taman Nasional Komodo (TNK). (ANTARA Foto)

Ilustrasi - Kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Komodo, Flores, NTT, beberapa waktu lalu, di luar di kawasan lahan wisata Taman Nasional Komodo (TNK). (ANTARA Foto)

0
SHARES
168
VIEWS

Kupang – Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan. Hal itu disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Agung Sudiono Abadi, Rabu (11/5/2022).

Agung mengatakan saat ini wilayah NTT sudah memasuki musim kemarau. Resiko kebakaran hutan dan lahan, kata Agung, perlu menjadi perhatian masyarakat.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini yang berlaku per hari ini. Dalam keterangan resminya, Agung mengatakan, sebagian besar wilayah NTT dalam kondisi rentan atau sangat mudah terbakar. Potensi kebakaran bisa terjadi pada dedaunan dan alang-alang yang sangat kering dan mudah terbakar.

Wilayah tersebut yakni seluruh daratan Timor, Rote Ndao, Sabu dan pulau Sumba. Selain itu, Kabupaten Lembata, Flores Timur, Sikka, Kabupaten Nagekeo, sebagian Kabupaten Ngada, sebagian Alor, sebagian Ende dan sebagian wilayah Kabupaten Manggarai Barat.

Wilayah di NTT dengan kondisi relatif lebih aman dari potensi kejadian ini yakni sebagian Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur dan sebagian kecil Manggarai Barat dan sebagian kecil wilayah di Alor. Pada daerah-daerah ini relatif lebih aman karena dedaunan dan alang-alang yang menutupi lantai tanah dalam keadaan basah dan sulit terbakar.

Agung mengatakan, umumnya kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat aktivitas manusia baik disengaja maupun tidak saat membuka lahan untuk kegiatan pertanian atau perkebunan. Selain itu, potensi kebakaran bisa terjadi akibat tindakan warga yang membuang puntung rokok ataupun petasan yang membuat api mudah tersambar pada rumput atau daun yang kering.

Agung mengimbau warga agar menghindari berbagai aksi yang rawan memicu kebakaran karena saat ini angin di wilayah NTT sudah mulai terasa cukup kencang.

“Jika ada titik api maka dapat merambat dengan cepat akibat angin yang kencang sehingga harus dihindari,” katanya. (Joe)

Tags: #BMKGNTT#kebakaranhutandanlahan#NTT#potensikebakaranhutan#Stasiunmeteorologieltarikupang
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati