1.674 Jiwa Terdampak Banjir Di Kabupaten Kupang

Jembatan Kapsali, jembatan penghubung untuk 4 kecamatan di Amfoang, yaitu Amfoang Barat Daya, Barat Laut, Utara dan Timur putus terkena hempasan banjir (Dok. BPBD Kab. Kupang)

Jembatan Kapsali, jembatan penghubung untuk 4 kecamatan di Amfoang, yaitu Amfoang Barat Daya, Barat Laut, Utara dan Timur putus terkena hempasan banjir (Dok. BPBD Kab. Kupang)

Kabupaten Kupang – Akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kupang sejak Sabtu 24/12/2022 malam hingga Minggu, 25/12/2022 mengakibatkan 369 rumah warga terendam banjir. Diakibatkan atas meluapnya sungai Noelmina, di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, NTT.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT dalam rilisnya menyebut, sebanyak tujuh rumah warga hanyut dibawa banjir. Membuat 1.674 Jiwa menjadi korban dari bencana ini.

Kepala BPBD NTT Ambrosius Kodo merincikan korban terdampak di Desa Pariti, kecamatan Sulamu menjadi yang terbanyak korbannya, yaitu sebanyak 844 jiwa. Diikuti di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah 572 jiwa.

Baca Juga: BMKG Sebut Puncak Musim Hujan Bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru
Di Kecamatan Takari terdata korban sebanyak 258 warga.

“Sejumlah KK dan jiwa yang terdampak banjir itu mereka sudah evakuasi diri ke tempat aman,” kata Ambrosius.

Terdata pula sebanyak 76 balita dan dua disabilitas terdampak banjir.

Selain itu, bencana banjir kali ini juga merusak sejumlah infrastruktur. Di antaranya Jembatan Bokong – Lelogama, Ruas Jalan Oben – Bone Kecamatan Nekamese.

Lalu jembatan Kapsali, Kecamatan Amfoang Barat Daya, yang merupakan jembatan penghubung empat kecamatan, yaitu kecamatan Amfoang Barat Daya, Barat Laut, Utara dan Timur.

Serta jembatan Siomolo Kecamatan Fatuleu Tengah.

Semua jalan dan jembatan ini dalam status rusak berat. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *