BMKG Sebut Puncak Musim Hujan Bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru

Ilustrasi Hujan (Ruth-KatongNTT)

Ilustrasi Hujan (Ruth-KatongNTT)

Kupang – Natal Tahun Baru (NATARU) periode ini di sebut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bertepatan dengan musim hujan 2022/2023. Di mana sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan sekitar 70 – 84%.

Puncak Musim Hujan diperkirakan terjadi pada bulan Desember 2022 sampai Januari 2023.

Baca Juga: Kepala BMKG: Semakin Tinggi Kertidakpastian dan Kompleksitas Fenomena Alam

“Cuaca di wilayah Indonesia selama periode NATARU diprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Dengan potensi hujan lebat di sebagian Sumatera, Jawa, sebagian Kalimantan. Sulawesi bagian Barat hingga Selatan. Sebagian Maluku dan Papua,” Ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR-RI di Jakarta.

Di Nusa Tenggara Timur (NTT) sendiri potensi pembentukan awan-awan konvektif mulai meningkat.

Kondisi cuaca umumnya Cerah Berawan – Berawan, Berpotensi hujan ringan – lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Untuk puncak musim hujan di wilayah NTT diperkirakan terjadi pada Januari 2023.

Baca Juga: BMKG Sebut NTT dan Sebagian Wilayah Lainnya Alami Monsun Break, Apa Artinya?

BMKG menghimbau untuk waspada akan dampak hujan dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.

Seperti banjir, banjir bandang, banjir rob (banjir di wilayah pesisir), tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin, dan sambaran petir. *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *