Kupang – Estimasi kebutuhan pohon untuk pembuatan kertas surat suara dalam pemilihan umum (pemilu) 2024 mencapai 81 juta batang pohon.
Perhitungan kasar ini disampaikan oleh salah satu komisioner Bawaslu NTT, James Welem Ratu, di Hotel Sotis Kupang, Jumat 4 Agustus 2024.
Perhitungan kebutuhan pohon ini berdasarkan total pemilih di Indonesia yang mencapai 204 juta jiwa setelah ditetapkan oleh KPU RI sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Baca juga : NTT Punya 46 Ribu Pemilih Difabel di Pemilu 2024
Bila dikalikan dengan 5 surat suara yang akan didapatkan seorang pemilih saja maka akan menghasilkan 1,24 miliar lembar surat suara. Satu rim kertas sendiri setara dengan satu pohon berumur 5 tahun.
“Dari hitungan itu jumlah pohon yang diperlukan yaitu 81.922.888 pohon atau yang istilahnya hilang untuk memenuhi kebutuhan surat suara,” tukas James.
Dalam Rapat Dengar Pendapat yang digelar The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) itu, James menyampaikan surat suara itu pun memiliki ukuran yang berbeda.
Baca juga : Sistem Pemilu Terbuka Lebih Demokratis Tapi Sarat Politik Uang
“Bisa dibayangkan kalau satu surat suara yang calonnya banyak atau 18 partai politik maka ukurannya seperti koran,” ungkap James membandingkan.
Bila 0,02 hektar hutan diperlukan untuk menghasilkan 300 ribu kertas, lanjut James, maka akan tereduksi 2 juta lebih hektare hutan penghasil pohon yang akan menjadi surat suara.
“Itu untuk surat suara saja belum kita hitung jumlah kertas untuk keperluan dokumen lainnya di TPS lalu naik terus ke atas,” tambah dia lagi.
Baca juga : Komnas HAM Bahas Standar Pemilu Bagi Kelompok Rentan di Kota Kupang
Sedangkan kebijakan pemilu ramah lingkungan perlu diikuti dengan alokasi anggaran hingga evaluasinya.
Lebih lanjut, menurut dia identifikasi aspek dampak lingkungan perlu dikaji dari potensi energi hingga sampah dan emisi karbon selama pemilu.
“Pemanfaatan energi terbarukan dan menggunakan kendaraan rendah emisi. Kita sudah seharusnya meminimalisir penggunaan bahan kertas hingga plastik dalam bahan kampanye,” ujar dia lagi. ****


