Sorong – Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, berencana mendatangkan sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi stok daging di Kota Sorong selama Ramadan 2023.
Penjabat Wali Kota Sorong George Yarangga, menjelaskan stok daging sapi di Kota Sorong memang minim karena penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah menjalar ke sapi. Hal ini menyebabkan pasokan daging sapi dari luar daerah tidak lancar sebagaimana mestinya.
“Kita sudah bertemu para pedagang sapi dan mereka menyampaikan terkait dengan keluhan soal pasokan daging karena tidak ada sapi yang didatangkan dari luar seperti biasanya,” jelas George Yarangga saat mengecek stok daging, Jumat (24/3/2023).
Menurut dia, kondisi ini akan tetap menjadi prioritas pemerintah guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging sapi selama Ramadan. “Kita akan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya supaya kalau bisa mendatangkan daging sapi dari NTT sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi secara baik,” katanya seperti ditulis Antara.
Mustafa, pedagang daging sapi di Pasar Remu, Kota Sorong mengaku bahwa daging sapi yang kini dijual di pasar ini merupakan daging sapi lokal dengan stok sangat terbatas.
“Daging sapi yang kita jual ini banyak lemaknya. Kalau dijual pun lemaknya harus dibersihkan,” ujar Mustafa ketika disambangi Penjabat Wali Kota Sorong, George Yarangga bersama tim.
Sementara itu, sebanyak 600 ekor sapi asal NTT bakal tiba di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, pada akhir Maret ini. Ratusan sapi tersebut bukan sekadar memenuhi kebutuhan selama Ramadan 2023, namun lebih diprioritaskan untuk hewan kurban saat Idul Adha di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Sekretaris Daerah Kepulauan Riau Adi Prihantara menambahkan, ratusan ekor sapi yang didatangkan dari NTT berdasarkan rekomendasi pemerintah menggunakan kapal tol laut. [K-02]




