• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Dana BOS 2021 untuk TTS Turun Rp 100 Miliar, Mengapa?

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
SD Inpres Nunsena salah satu sekolah di TTS yang mendapat dana BOS. (Gi)

SD Inpres Nunsena salah satu sekolah di TTS yang mendapat dana BOS. (Gi)

0
SHARES
87
VIEWS

Besaran dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari Pemerintah Pusat untuk Kabupaten Timor Tengah Selatan mengalami penurunan Rp 100 miliar dibandingkan tahun 2020.

Dana BOS yang dikucurkan Pemerintah Pusat tahun 2021 untuk Kabupaten TTS sebesar Rp 300 miliar. Tahun lalu, sebesar Rp 400 miliar. Sebanyak 540 Sekolah Dasar (SD) dan 184 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten TTS menerima dana ini.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Tahun ini dana BOS untuk TTS kurang dari 2020 yang nilainya Rp 400 miliar lebih, sedangkan tahun 2021 ini hanya Rp 300 miliar lebih,” kata Dominggus J.O. Banunaek, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS kepada KatongNTT di ruang kerjanya, Jumat, 9 Juli 2021.

Menurut Dominggus, dana ini diberikan kepada sekolah-sekolah dengan jumlah yang bervariasi disesuaikan dengan jumlah siswa di masing-masing sekolah. Hingga Juli 2021, realisasi tahap satu dari dana BOS sebesar Rp 300 miliar sudah sekitar 90 persen.

Mantan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak TTS ini menjelaskan, ada dua SD mengalami penambahan ruang kelas, tetapi diakomodir melalui sekolah induk untuk mendapatkan dana ini.

Kedua sekolah tersebut berlokasi di Bokong, Kecamatan Toianas dan Tiluk, Kecamatan Fautmolo. Kedua sekolah ini belum mengantongi izin operasional. “Sedangkan untuk SMP semuanya dapat dana BOS dan nilainya bervariasi,” kata Dominggus.

Pengurangan besaran dana BOS, menurut Hans Banunaek, terjadi karena hasil entri data melalui Data Pokok Pendidikan yang diisi oleh setiap operator sekolah. Dan juga ditentukan oleh dari Pemerintah Pusat.

Syarat bagi sekolah baru untuk mendapatkan izin operasional antara lain minimal sudah dibuka 5 tahun ke atas dan tetap menjalankan aktivitasnya.

Setiap sekolah baru, kata Hans Banunaek,, walaupun bangunannya masih darurat tetapi tidak serta merta mendapat perhatian pemerintah untuk alokasi anggaran pembangunan permanen, sebab dikhwatirkan mubazir karena tidak ada siswa.

Dia kemudian mengungkapkan tentang SD Negeri Oetaman di Kecamatan Kualin saat ini bermasalah dengan hukum karena pengelolaan dana BOS sebesar Rp 100 juta tahun 2020. Aparat penegak hukum sedang menangani kasus ini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTS tidak memilik tim pengawasan pengelolaan dana BOS. Dinas hanya melakukan verifikasi perencanaan, pembinaan dan pelaporan SPJ yang masuk dari sekolah-sekolah.

“Kami hanya mengawasi administrasi disertai dengan bukti dokumen belanja, sedangkan cek lapangan bukan kewenangan Dinas,” ujar Dominggus. (Gi/Rita Hasugian)

Tags: #Danabos#Dinaspendidikandanbudaya#Kabupatentts#Sekolah
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati