• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Begini Aksi Segerombolan Orang Picu Rusuh di dalam GOR dan di Pos Polisi LLBK Kota Kupang

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Kepala UPDT sarana dan prasarana Olah Raga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur , Daniel Gebu menjelaskan tentang ricuh dalam final futsal di GOR Flobamora di Kota Kupang pada Rabu malam, 20 April 2023. (Ruth Botha - KatongNTT.com)

Kepala UPDT sarana dan prasarana Olah Raga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur , Daniel Gebu menjelaskan tentang ricuh dalam final futsal di GOR Flobamora di Kota Kupang pada Rabu malam, 20 April 2023. (Ruth Botha - KatongNTT.com)

0
SHARES
107
VIEWS

Kupang – Beberapa petugas kebersihan bekerja cepat membersihkan sampah yang berserakan di dalam ruang Gedung Olah Raga (GOR) Flobamora di Oepoi, Kota Kupang, Kamis pagi, 20 April 2023. Beberapa petugas menyemprotkan air.

Bau anyir menyeruak dari lantai yang digunakan untuk pertandingan futsal yang berujung pada kericuhan berdarah pada Rabu malam, 19 April 2023. Tim KatongNTT.com menemukan percikan darah di lantai area pertandingan dan juga di pintu akses ke ruang VIP.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Daniel Gebu, Kepala UPDT sarana dan prasarana Olah Raga Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur duduk menundukkan kepalanya. Tangannya memegang telepon seluler. Dia duduk membelakangi pagar pembatas area penonton dan area pertandingan yang patah akibat kericuhan.

Baca juga: TNI – Polri Bentuk Tim Investigasi Usut Pengrusakan Fasilitas Polisi di Kupang

Wajah Daniel lesu. Dia tak menyangka pertandingan final Futsal antara tim Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan tim Ranaka Polda NTT berakhir rusuh.

“Ini darah dari mereka yang rusuh kemarin,” kata Daniel dengan suara pelan.

Dia menjelaskan, final sudah hampir berakhir. Posisi skor saat itu 5-5 untuk kedua tim. Jam saat itu mendekati jam 10 malam.

 

Percikan darah di antara sampah yang berserak di dalam ruang pertandingan GOR Flobamora setelah terjadi rusuh saat final pertandingan futsal antara tim Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Ranaka Polda NTT pada Rabu malam, 20 April 2023. (Ruth Botha - KatongNTT.com)
Percikan darah di antara sampah yang berserak di dalam ruang pertandingan GOR Flobamora setelah terjadi rusuh saat final pertandingan futsal antara tim Dinas Pendidikan Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Ranaka Polda NTT pada Rabu malam, 20 April 2023. (Ruth Botha – KatongNTT.com)

 

Daniel menjelaskan,  situasi rusuh bukan dipicu oleh keributan antar suporter seperti umumnya sering terjadi dalam berbagai pertandingan. Berawal dari keributan antara suporter tim Ranaka Polda NTT dengan petugas keamanan pertandingan yakni Polisi Militer. Dalam rekaman ricuh di dalam ruang pertandingan yang viral di media sosial, jelas terlihat satu suporter dari tim Ranaka Polda NTT menendang punggung petugas PM.

Seorang suporter tim Ranaka Polda terjatuh ke area pertandingan. Lalu dia berusaha memanjat naik ke podium, dan petugas PM memberikan peringatan dan berujung cekcok mulut hingga terjadi penendangan tersebut.

Daniel menuturkan kepada KatongNTT.com, petugas keamanan dan penonton kemudian sepakat agar pertandingan dilanjutkan. Namun beberapa saat kemudian, staf GOR kaget menyaksikan segerombolan orang datang dan memaksa masuk ke dalam ruang pertandingan.

Baca juga: Kapolda NTT Benarkan ‘Teror’ di Rumah Jabatan Pasca Pengrusakan Fasilitas Polisi

Daniel yang dalam perjalanan dari rumahnya di Oesapa menuju GOR untuk menyaksikan penutupan pertandingan kaget menerima telepon dari stafnya.

“Pak, di GOR ada ribut besar. Pak, di sini ada kerusuhan besar,” kata Daniel mengutip penjelasan stafnya.

Stafnya yang selama pertandingan hadir di GOR untuk memantau pertandingan, ujar Daniel, dilarang masuk ruang pertandingan. Orang-orang dari luar ini merangsek langsung masuk ke dalam ruang pertandingan.

“Anak buah saya tidak dapat masuk ke dalam untuk memantau langsung apa yang terjadi di dalam. Mereka diluar hanya bisa memantau saja. Baru tahu setelah itu dari video yang viral,” ujarnya.

Setiba di lokasi, Daniel menyaksikan sepeda motor polisi hancur tepat di halaman depan ruang kerjanya. Pot-pot bunga di halaman depan GOR juga berserakan dan hancur. Di area itu dia melihat kehadiran pejabat dari Polda NTT, TNI dan Brimob.

“Saat saya tiba, Direktur Propam Polda NTT, Pak Dandim, Dansat Brimob hadir. Kami sama-sama di sini memulangkan anggota polisi yang ada di sini. Mereka diantar pulang,” paparnya.

Tim Dinas Pendidikan Kabupaten TTS juga sudah pulang.

“Mereka tidak ada masalah.Mereka pulang karena keributan ini bukan karena pertandingan,” tutur Daniel.

Menurutnya, sekitar jam 1 malam situasi di GOR sudah terkendali. Namun dia kaget menerima informasi di media sosial tentang kerusuhan terjadi di beberapa tempat di Kota Kupang.

Daniel bekerja untuk mengelola GOR sejak Agustus 2019. Dia belum pernah mengalami situasi seperti ini dalam sejumlah pertandingan yang diselenggarakan di GOR.

Petugas kebersihan GOR Flobamora, Kota Kupang membersihkan sampah berserakan setelah rusuh terjadi pada Rabu malam, 20 April 2023, (Rita Hasugian - KatongNTT.com)
Petugas kebersihan GOR Flobamora, Kota Kupang membersihkan sampah berserakan setelah rusuh terjadi pada Rabu malam, 20 April 2023, (Rita Hasugian – KatongNTT.com)

Kericuhan pada Rabu malam telah merusak pagar pembatas area penonton dan area pertandingan sepanjang sekitar 35 meter. Selain itu, pintu masuk juga rusak. Dia memperkirakan kerugiannya sekitar belasan juta rupiah. Dia pun telah menghubungi pihak panitia penyelenggara tentang kerusakan ini.

Baca juga: Buntut Ricuh Final Futsal, Fasilitas Polda NTT Dirusak

“Tadi malam kami sudah komunikasi dengan panitia dan mereka bersedia membayarnya,” ujarnya.

Dia kecewa dan terpukul dengan peristiwa rusuh di dalam GOR yang dibangun tahun 1970-an dan direnovasi pada 2017. Dia mengimbau masyarakat NTT untuk menjaga GOR sebagai aset NTT.

“Saya hanya mengimbau masyarakat, mari kita jaga gedung ini, GOR karena ini aset kita. Satu-satunya icon olahraga NTT ada di sini. GOR Flobamora yang kita cintai,” tandasnya.

Titus Rihi Ga, 57 tahun baru saja memarkirkan sepeda motornya pada Kamis siang, 20 April 2023. Motornya parkir tepat di seberang gerai Alfamart dekat Pos Polisi LLBK di Kota Kupang.

Dia kemudian menuturkan peristiwa yang tidak pernah dialaminya selama bekerja sebagai pengojek di kawasan itu kepada tim KatongNTT.com.

Menurut Titus, sekelompok orang dengan mengendarai sepeda motor datang dari arah Jalan Soekarno menemui dirinya. Saat itu sudah sekitar jam 1 malam pada Rabu, 20 April 2023.  Dia duduk dekat tiang lampu di trotoar jalan yang membelakangi pertokoan.

“Saya sedang bermain game dari handphone menunggu pulang. Rumah saya di Oebobo,” kata Titus.

Beberapa orang tanpa penutup wajah mendekatinya untuk memintanya segera pulang.

“Bapak pulang, sekarang pulang,” ujar Titus mengutip pernyataan orang-orang itu.

Tanpa bertanya lagi, Titus yang  sudah  25 tahun sebagai pengonjek pangkalan di kawasan itu segea menghampiri sepeda motornya dan pergi.

“Langsung kasih naik motor, tidak lewat jalan ini tapi naik ke trotoar,” ujarnya.

 

Pagar pembatas area penonton dan ruang pertandingan di GOR Flobamora, Kota Kupang, NTT patah saat final futsal berakhir rusuh pada Rabu malam, 20 April 2023. (Rita Hasugian - KatongNTT.com)
Pagar pembatas area penonton dan ruang pertandingan di GOR Flobamora, Kota Kupang, NTT patah saat final futsal berakhir rusuh pada Rabu malam, 20 April 2023. (Rita Hasugian – KatongNTT.com)

 

Dia bahkan memutar jalan menuju rumahnya melalui kawasan Airnona. Seketika terlintas kenangan akan kerusuhan di kawasan itu tahun 1999an.

“Saya takut juga ada rusuh karena teringat rusuh tahun 1999 di Benteng,” ucapnya.

Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menuturkan, saat orang-orang dari luar GOR memasuki ruang pertandingan, mereka meminta warga sipil keluar segera.

“Mereka katakan yang sipil keluar segera,” ujarnya.

Semua bergegas keluar lewat pintu-pintu yang dibuka setiap ada pertandingan demi keamanan dan keselamatan penonton.

Setelah itu, terjadi aksi kejar-kejaran antara sekelompok orang dari luar dengan para anggota polisi yang ada  di dalam ruang pertandingan. (Rita/Ruth)

Tags: #GORFlobamora#Kotakupang#PertandinganFutsal#PosPolisiLLBK#RusuhdiKupang
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati