• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Kanisius Bas Berhasil Budidaya Bawang Merah dari Biji

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kanisius Bas budidaya bawang merang dengan biji. (Agrifood.id)

Kanisius Bas budidaya bawang merang dengan biji. (Agrifood.id)

0
SHARES
195
VIEWS

Budidaya bawang merah umumnya tidak mudah dan biasanya menggunakan benih dari umbi. Salah satu petani di Desa Rana Loba, Kecamatan Borong, Manggarai Timur, NTT, mencoba budidaya bawang merah dari biji dan berhasil.

“Kami masih belajar, tetapi dari tiga kali menanam dengan biji, dua kali berhasil dengan baik. Selain benih, faktor hujan dan kondisi lahan sangat mendukung produksi yang bagus,” kata Kanisius Bas, belum lama ini.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Seperti diketahui, masyarakat Indonesia terbiasa menanam bawang merah dengan umbi hasil panen sebelumnya ataukah umbi seleksi yang dibeli dari penangkar atau petani lainnya.

Umbi tanam ini rentan terinfeksi oleh penyakit bawaan umbi (tuberborne desease). Penyakit umbi menyebabkan produktivitas umbi turun dari waktu ke waktu.

Bagi pengguna umbi tanam, penting sekali menggunakan umbi yang terseleksi agar hasil panennya bagus.
Selain umbi, ada model true shallot seed (TSS) yakni salah satu cara baru menanam bawang merah dari biji yang diperoleh dari bunga bawang merah.

Kanisius mencoba menanam biji bawang merah yang harga bibitnya terjangkau. Di Manggarai Timur hampir tidak ada petani yang membudidayakan bawang merah dengan biji. Selain sulit, budidaya bawang umbi lebih cepat panen. Namun harga bibit yang mahal menjadi kendala.

“Budidaya dengan biji butuh waktu lebih lama dibandingkan dengan umbi. Selain itu butuh keahlian dalam persemaian, harus sabar dan telaten,” ujar Kanisius yang sebelumnya bertani di Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.

Berbekal pengalaman budidaya sawi dan hortikultura lainnya, Kanisius berhasil menanam bawang merah dengan panen umbi yang besar dan daya simpan lebih lama. Dia juga sudah memulai rotasi penanaman dengan umbi dan hasilnya terus meningkat.

“Padahal saya panen saat musim hujan dan tidak banyak petani yang berhasil,” ujar ayah dari lima anak ini.

Pengalaman Kanisius seharusnya menjadi model bagi petani dan pemerintah daerah untuk meningkatkan produksi bawang merah. Apalagi, sebagian pasokan bawang merah didatangkan dari luar Manggarai Timur dan biasanya terjadi lonjakan harga pada waktu-waktu tertentu.

Sebenarnya, beberapa petani penangkar di wilayah Lombok Timur, Sumbawa Besar dan Bima, NTB, sudah merintis dan menanam umbi generasi pertama dari hasil penanaman biji (disebut G0).

Salah satunya adalah Sumiadi, yang biasa dipanggil Pak Sum yang tinggal di sebuah desa kecil di kaki Gunung Rinjani, Lombok Timur.

Sejak akhir 2015, Sum mulai fokus menyemai (seedling) anakan bawang merah dari biji sekaligus untuk memotong mata rantai penanaman bawang. (https://agrifood.id/banyak-kendala-benih-bawang-merah-kanisius-bas-berhasil-di-manggarai-timur/)

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati