• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Kota Kupang, Sumba Timur, dan Sikka Disekat

Rita Hasugian by Rita Hasugian
5 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Juru-Bicara-Satgas-Covid-19-Marius-Jelamu-di-Kantor-Gubernur-NTT-Selasa-27-Juli-2021-menjelaskan-tentang-penyekatan-Kota-Kupang-Sumba-Timur-dan-Sikka-sehubungan-pemberlakuan-PPKM-Level-4 (Ra-KatongNTT.com)

Juru-Bicara-Satgas-Covid-19-Marius-Jelamu-di-Kantor-Gubernur-NTT-Selasa-27-Juli-2021-menjelaskan-tentang-penyekatan-Kota-Kupang-Sumba-Timur-dan-Sikka-sehubungan-pemberlakuan-PPKM-Level-4 (Ra-KatongNTT.com)

0
SHARES
47
VIEWS

Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, dan Sikka akan memberlakukan penyekatan sehubungan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Marius Jelamu mengharapkan agar kabupaten lainnya yang dekat dengan tiga wilayah ini dapat memaklumi kondisi tersebut.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Marius juga meminta pemerintah Kota Kupang, Sumba Timur, dan Sikka berkoordinasi dengan kabupaten lainnya untuk menghindari permasalahan baru terkait penyekatan ini.

“Supaya ada saling pemahaman,” kata Marius di Kantor Gubernur NTT, Selasa, 27 juli 2021.

Untuk warga yang ingin melalui penyekatan ini, perlu menyiapkan sertifikat vaksin atau PCR dan atau rapid antigen.

Berhubung tingkat vaksinasi NTT belum signifikan, warga yang akan melintas di tiga daerah ini wajib menunjukkan kartu vaksinasi tahap pertama.

“Ketika dari Soe ke Kupang misalnya maka pasti akan diperiksa petugas penyekatan,” ujar Marius.

PPKM Level 4 ini diklaim sangat ketat dan masyarakat diminta untuk patuh karena akan ada sanksi administratif dan hukum.

Dalam PPKM Level 4, peran pihak kelurahan hingga dengan Ketua RT adalah membantu dan mengawasi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Perangkat pemerintah terkecil ini diwajibkan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten kota melalui puskesmas setempat.

“Isolasi mandiri di rumah kita harapkan supaya tetap berkoordinasi dengan paramedis. Kita harap Ketua RT/RW ikut ikut memantau rumah yang melakukan isolasi mandiri,” tukasnya.

Marius menjelaskan, pasien isoman mengkonsumsi vitamin, berjemur, dan mendapatkan asupan gizi yang layak dengan tidak meninggalkan rumah mereka.

“Supaya tidak keluar rumah karena ketika kita melakukan isolasi mandiri karena ada gelaja, kita harus isolasi dalam rumah, terkontrol, terawasi keluarga lainnya,” lanjut dia kembali.

Keputusan PPKM Level 4 hingga dengan 2 Agustus ini akan dievaluasi sesuai kondisi di lapangan. Marius meminta masyarakat bekerja sama memutus mata rantai sesuai pedoman dan petunjuk dari gugus tugas Covid-19. (Ra)

Tags: #Covid-19#Kotakupang#Penyekatan#PPKMLevel4#Satgascovid-19#Sikka#Sumbatimur#vaksin
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati