Kota Kupang, Sumba Timur, dan Sikka Disekat

Marius meminta pemerintah Kota Kupang, Sumba Timur, dan Sikka berkoordinasi dengan kabupaten lainnya untuk menghindari adanya permasalahan baru terkait penyekatan ini.

Juru-Bicara-Satgas-Covid-19-Marius-Jelamu-di-Kantor-Gubernur-NTT-Selasa-27-Juli-2021-menjelaskan-tentang-penyekatan-Kota-Kupang-Sumba-Timur-dan-Sikka-sehubungan-pemberlakuan-PPKM-Level-4 (Ra-KatongNTT.com)

Juru-Bicara-Satgas-Covid-19-Marius-Jelamu-di-Kantor-Gubernur-NTT-Selasa-27-Juli-2021-menjelaskan-tentang-penyekatan-Kota-Kupang-Sumba-Timur-dan-Sikka-sehubungan-pemberlakuan-PPKM-Level-4 (Ra-KatongNTT.com)

Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, dan Sikka akan memberlakukan penyekatan sehubungan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021.

Juru Bicara Satgas Covid-19, Marius Jelamu mengharapkan agar kabupaten lainnya yang dekat dengan tiga wilayah ini dapat memaklumi kondisi tersebut.

Marius juga meminta pemerintah Kota Kupang, Sumba Timur, dan Sikka berkoordinasi dengan kabupaten lainnya untuk menghindari permasalahan baru terkait penyekatan ini.

“Supaya ada saling pemahaman,” kata Marius di Kantor Gubernur NTT, Selasa, 27 juli 2021.

Untuk warga yang ingin melalui penyekatan ini, perlu menyiapkan sertifikat vaksin atau PCR dan atau rapid antigen.

Berhubung tingkat vaksinasi NTT belum signifikan, warga yang akan melintas di tiga daerah ini wajib menunjukkan kartu vaksinasi tahap pertama.

“Ketika dari Soe ke Kupang misalnya maka pasti akan diperiksa petugas penyekatan,” ujar Marius.

PPKM Level 4 ini diklaim sangat ketat dan masyarakat diminta untuk patuh karena akan ada sanksi administratif dan hukum.

Dalam PPKM Level 4, peran pihak kelurahan hingga dengan Ketua RT adalah membantu dan mengawasi pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Perangkat pemerintah terkecil ini diwajibkan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten kota melalui puskesmas setempat.

“Isolasi mandiri di rumah kita harapkan supaya tetap berkoordinasi dengan paramedis. Kita harap Ketua RT/RW ikut ikut memantau rumah yang melakukan isolasi mandiri,” tukasnya.

Marius menjelaskan, pasien isoman mengkonsumsi vitamin, berjemur, dan mendapatkan asupan gizi yang layak dengan tidak meninggalkan rumah mereka.

“Supaya tidak keluar rumah karena ketika kita melakukan isolasi mandiri karena ada gelaja, kita harus isolasi dalam rumah, terkontrol, terawasi keluarga lainnya,” lanjut dia kembali.

Keputusan PPKM Level 4 hingga dengan 2 Agustus ini akan dievaluasi sesuai kondisi di lapangan. Marius meminta masyarakat bekerja sama memutus mata rantai sesuai pedoman dan petunjuk dari gugus tugas Covid-19. (Ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *