• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pilihan Editor

Local Media Summit 2023, Berani Melantai di Bursa dan 10 Tips Bertahan Hidup

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Pilihan Editor, Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Local Media Summit 2023 di hotel Aryaduta , Jakarta Pusat, 11 Oktober 2023. (Rita Hasugian-KatongNTT.com)

Local Media Summit 2023 di hotel Aryaduta , Jakarta Pusat, 11 Oktober 2023. (Rita Hasugian-KatongNTT.com)

0
SHARES
75
VIEWS

Jakarta –  Local Media Summit 2023 kembali digelar untuk kedua kalinya. Acara yang digagas Suara.com bersama International  Media Support (IMS) dihadiri para pendiri dan pengelola media lokal dari berbagai daerah.

Salah satu isu yang mendapat banyak perhatian dalam pertemuan ini adalah tentang upaya media lokal memilih model bisnis yang tepat di era digital  yang terus berkembang  dan hadirnya  media sosial yang semakin diminati masyarakat.

Dalam sesi Conference “Media Start Up Towards Capital”, Suwarjono sebagai CEO Suara.com menjelaskan tentang perjalanan media yang dipimpinnya untuk melantai di bursa . Ini keputusan besar yang diambil, tentunya dengan mempertimbangkan resiko, demi mempertahankan independensi  media.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Berbisnis di media itu itu tidak seperti berbisnis warung kopi atau warung makan yang hari itu produk dijual hari itu juga mendapatkan hasil.

Suwarjono memilih masuk bursa karena mempertimbangkan independesi media yang berdasarkan pengalaman selama ini, pemilik modal atau investor kerap mengintervensi kerja-kerja jurnalistik.

“Jadi, yang paling independen itu pasar saham ,” kata Suwarjono.

“Tidak ada intervensi karena ownernya banyak.”

Suwarjono juga memberikan beberapa syarat untuk bisa melantai di bursa di antaranya trafik yang terus berkembang, pengembangan publik, dan menggandeng mitra iklan. Dan yang penting juga, ujarnya membuat laporan keuangan yang harus bagus.

Tentu saja semuanya butuh proses, ketekunan dan keberanian mengubah mindset tentang bisnis media agar tetap independen dalam menjalankan bisnisnya.

Hingga saat ini, ada 17 media yang melantai di bursa saham.

10 Tips Bertahan di Bisnis Media
Dalam sesi Media Advertising Landscape, VP Dentsu Indonesia, Janoe Arijanto mengatakan, media ke depan harus semakin kreatif. Apalagi munculnya aturan-aturan baru  baik dari Google dan pemerintah . Nah, jika ingin tetap bertahan di bisnis media, ada 10 tips yang harus dilakukan:

1.Belanja iklan kedua mega platform di atas 70 persen.
2. Kampanye jangka pendek kontek pendek yang lebih pendek.
3. Pemasaran influencer, ekonomi influencer.
4. Monetisasi streaming langsung.
5. Munculnya platform hiburan dan video pendek.
6. Perdagangan elektronik dan optimasi perdagangan sosial.
7. Tanggung jawab sosial sebagai kampanye prioritas.
8. Konten untuk perdagangan dan pemasaran afiliasi.
9. Data pihak pertama.
10. Personalisasi hiper atau bentuk pendekatan.

“Data ini penting bagi pengelola  news portal online karena menawarkan wawasan mendalam tentang perilaku dan preferensi pembaca, karena memungkinkan untuk personalitas konten,” katanya.

“Pendekatan yang menggunakan data dan teknologi atau menyediakan konten, produk atau pesan iklan yang sangat sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Janoe lagi.

Janoe juga menyampaikan bahwa tantangan di jurnalisme dan bisnis media ke depan akan semakin sulit. Hal ini karena banyak yang membuat media dibangun oleh semangat jurnalisme. Seperti, bentuk yang akan menyulitkan jurnalisme dan bisnis media itu dari ketergantungan kepada ke media platform, data audience dikuasai oleh platform teknologi, masuk dalam lingkaran dilematis SEO, melemahnya posisi tawar publisher.

Kemudian, pudarnya hubungan langsung penerbit dan pengiklan, bersaing dengan crowd content, menghadapi kendala transparansi data dan Influencer marketing.

Meski hal itu perlahan sudah ada, dia juga menjelaskan ada pekerjaan rumah yang sangat panjang ke depan bagi bisnis media dan jurnalisme.

“Yakni mendorong fairness mega platform, dari ruang iklan integrasi aset digital, penguatan First Party Data, Penguatan data audiens di aset multi platform, community and multi segment engagement, Memposisikan media sebagai brand dan memperkuat proses dan model bisnis multi platform,” jelasnya.

Local Media Summit 2023 yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat berlangsung dari 11-12 Oktober 2023. Suara.com dan IMS menghadirkan sejumlah narasumber untuk berdiskusi bersama pendiri dan pengelola media lokal untuk meningkatkan kapasitas dan networking . *****

 

 

 

Tags: #Bisnismedia#Bursasaham#Google#IMS#LocalMediaSummit2023#MediaLokal#Suara.com
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati