• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

“Tapi kami bertahan, karena ini rumah kami,” ujar Ursula.

Difan Fandi by Difan Fandi
1 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

0
SHARES
146
VIEWS

Desa Natarmage – Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80 tanggal 17 Agustus 2025.. Jalan yang rusak parah dan jembatan kayu darurat yang dibangun warga menjadi saksi perjuangan masyarakat desa ini dalam merawat semangat kemerdekaan.

Sejak jembatan Napun Keor putus pada 2019, akses ke desa terancam terisolasi. Berkat gotong royong, warga membuat jembatan sementara dari kayu seadanya. Namun, kondisi ini jelas tidak layak untuk jangka panjang.

BacaJuga

Julia Purmawati, pendiri AR Foundation (berdiri mengenakan kacamata menggendong anak) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur pada Jumat, 29 Agustus 2026. (Dok. KatongNTT)

AR Foundation Bantu Warga Rentan di Pantura Manggarai Timur: Wujud Kepedulian

31 Agustus 2026
Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Warga membangun jembatan Napun Keor, Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Sikka, setelah begitu lama tidak ada respons dari pemerintah untuk memperbaiki jjembatan yang rusak. (Yohanes Fandi/KatongNTT)
Warga membangun jembatan Napun Keor, Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Sikka, setelah begitu lama tidak ada respons dari pemerintah untuk memperbaiki jjembatan yang rusak. (Yohanes Fandi/KatongNTT

Baca juga:  #PerempuanRawatBumi: Menjaga Pangan Lokal di Kaki Gunung Lewotobi

Ursula Uban (50), warga setempat, menuturkan bahwa tantangan hidup di Natarmage tidak hanya soal jalan dan jembatan.

“Listrik belum merata, obat di poskedes sering kosong. Tapi kami bertahan, karena ini rumah kami,” ujar Ursula.

Silvester Yofrance, tenaga kesehatan, menambahkan: “Pelayanan kesehatan terkendala akses jalan. Kami berharap ada perbaikan agar masyarakat bisa lebih cepat mendapat layanan.”

Kepala Desa Natarmage, Nikolaus Nong, mengakui keterbatasan kewenangan dari penggunaan Dana Desa.

“Dana Desa tidak bisa digunakan untuk membangun jalan atau jembatan. Kami sangat bergantung pada pemerintah kabupaten dan provinsi,” jelasnya.

Kepala Desa Natarmage, Nikolaus Nong saat mengikut perayaan Kemerdekaan RI ke-80 di desanya. (Yohanes Fandi/KatongNTT)
Kepala Desa Natarmage, Nikolaus Nong saat mengikut perayaan Kemerdekaan RI ke-80 di desanya. (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Baca juga: Jembatan Noebunu di TTS Rusak Berat Bertahun-tahun, Siapa Peduli?

Meski begitu, ia menegaskan bahwa desa terus berupaya meningkatkan ekonomi warganya lewat pertanian lahan kering. Namun, perubahan iklim membuat hasil panen sering gagal. “Banyak warga akhirnya merantau,” ujar Nikolaus.

Ifan, tokoh muda Desa Natarmage menegaskan bahwa perayaan kemerdekaan bukan sekadar simbol.

“Kami rayakan dengan suka cita. Tapi kami ingin pemerintah bisa membuka mata dan segera memperbaiki jalan. Kemerdekaan harus terasa di seluruh pelosok, termasuk di Natarmage,” tegasnya. *****

 

 

 

 

Tags: #DanaDesa#DesaNatarmage#HUTRIke80#JalanRusak#NTT#Sikka
Difan Fandi

Difan Fandi

Baca Juga

Julia Purmawati, pendiri AR Foundation (berdiri mengenakan kacamata menggendong anak) menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur pada Jumat, 29 Agustus 2026. (Dok. KatongNTT)

AR Foundation Bantu Warga Rentan di Pantura Manggarai Timur: Wujud Kepedulian

by Rita Hasugian
31 Agustus 2026
0

 KatongNTT- Belasan anak-anak tertawa girang sambil berlarian ke arah mobil tim AR Foundation yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga terdampak...

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati