• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

70 Persen Stok Beras di NTT Dipasok dari Luar

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bulog Pasok 5000 Ton, Beras di NTT Tetap Mahal

Pedagang Pasar Naikoten I Kota Kupang memikul 1 karung beras Bulog. (Putra Bali Mula - KatongNTT).

0
SHARES
158
VIEWS

Kupang – Produksi beras di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak bisa memenuhi konsumsi beras bagi 5,57 juta warganya yang mencapai 54,39 ribu ton setiap bulan. Saat ini stok beras yang dimakan warga NTT 70 persennya dipasok dari provinsi lain.

Untuk Januari – Maret 2024 ini saja produksi beras dalam NTT hanya mampu memenuhi 23 persen dari total kebutuhan setiap bulannya itu. Sisanya, 70 persen stok beras dari luar NTT ditambah 7 persen dari stok Bulog.

BacaJuga

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

2 Juli 2026
Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026

Jawa Timur (Jatim) menjadi distributor utama beras domestik NTT. Daerah yang terkenal akan Reog dan Ludruk ini bisa memasok 56,38 ribu ton beras pada triwulan pertama 2024 ini. Artinya Jatim punya andil 52 persen dari panga pasar beras domestik di NTT.

Baca juga: Warga Kota Kupang Berdesak-desakan Serbu Beras Murah 

Pemasok beras terbesar kedua adalah Sulawesi Selatan yaitu 25.06 ribu ton. Setelahnya ada pemasok dari berbagai provinsi lain yang bila ditotal mencapai 25.89 ribu ton beras.

Selain dalam negeri NTT juga dijatahi beras dari luar negeri atau beras impor. Pemasok terbesar adalah Vietnam yaitu 2,74 ribu ton. Vietnam menjadi pemasok utama diikuti Thailand dengan pasokan beras 3,95 ribu ton.

“NTT mendapat 114.02 ribu ton beras dari luar dan pemasok beras terbesarnya itu Jatim,” kata Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTT, Agus Sistyo Widjajati, pada 2 April 2024 lalu.

Agus dalam jumpa pers saat itu juga menyoroti beras yang menjadi komoditas utama penyumbang inflasi di NTT sejak 2023 hingga 2024 ini. Beras menyebabkan inflasi 0,23 persen secara month to month (mtm).

Baca juga : NTT Alami Mahalnya Beras Usai Panen Naik Drastis

“Beras telah 9 kali jadi penyumbang inflasi di NTT. Di 2023 itu dari Januari sampai April, lalu dari September sampai November. Untuk di 2024 ini terjadi di Februari dan Maret,” jelasnya.

Data Kementan Pertanian juga mengungkapkan produksi padi nasional di Maret 2024 sebesar 6,1 juta ton padi atau gabah kering giling (GKG). Sedangkan potensi produksi khusus NTT pada Maret ini sebesar 31.988 ton GKG dari potensi luas panen 8.797 hektare.

Direktur Serelia Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Mohammad Ismail Wahab, mengungkap ini via YouTube Kemendagri, 26 Februari 2024 lalu. ***

Tags: #70persenberasnttdariluar#berasbulog#BerasNTT#stokberasNTTkurang
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
2 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati