• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Warga Kota Kupang Berdesak-desakan Serbu Beras Murah 

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Warga Kota Kupang Berdesak-desakan Serbu Beras Murah 

Ratusan warga berdesakan membeli beras murah di pasar murah Bulog. (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
47
VIEWS

Kupang – Warga Kota Kupang berdesak-desakan dan saling himpit demi mendapatkan beras murah dalam pasar murahnya Bulog di Alun-alun Kota Kupang, Rabu 6 Maret 2024.

Pasar murah ini digelar bersama Pemerintah Kota Kupang dan Bank Indonesia Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menstabilkan harga yang melambung tinggi.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Perum Bulog menyediakan 5 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar itu dan langsung diserbu masyarakat.

Baca juga : Ibu dan Nenek di Kupang Rela Berjam-jam Menanti Beras Murah Bulog

Pasar itu dimulai jam 8 pagi namun warga sudah berkumpul beberapa jam sebelumnya. Ratusan warga ini datang dari berbagai kelurahan di Kota Kupang. Mereka langsung menyerbu mobil truk bermuatan beras murah dari Bulog begitu pasar itu dibuka.

Masyarakat pun berdesak-desakan tanpa mengantre dengan tertib. Petugas dan warga pun nyaris bentrok di siang itu karena sama-sama kewalahan.

Masyarakat hanya dibolehkan membeli dua karung beras, masing-masing berukuran 5 kilogram beras, dijual Rp 110 ribu. BI NTT juga menyediakan pembelian secara digital namun tak banyak yang meminatinya.

Yohana, salah seorang ibu rumah tangga telah menunggu lebih dari sejam agar bisa mendapat beras murah tersebut.

“Ini lebih dari dua bulan beras sudah sangat mahal jadi pasti kita cari yang murah,” tukasnya.

Baca juga : NTT Alami Mahalnya Beras Usai Panen Naik Drastis

Ia berharap harga beras bisa dapat normal kembali sehingga tidak terjadi kondisi seperti ini yang bisa merugikan banyak pihak demi beras murah.

“Karena terlalu banyak orang yang cari beras,” tukasnya.

Kepala Kantor BI Perwakilan NTT Agus Sistyo Widjajati pun mengatakan komoditas beras yang digelontorkan ini untuk menstabilkan harga dan menekan inflasi.

Sebelumnya, kaum ibu dan nenek-nenek di Kota Kupang juga rela menunggu berjam-jam pada pasar murah yang digelar di Gereja Koinonia Kota Kupang jam 10 pagi, Sabtu 2 Maret 2024. Masyarakat sudah berdatangan sebelum jam 8 pagi. Sudah begitu Bulog pun telat sejam menggelar pasar itu.

Baca juga: Miris! Pencabulan Anak Terjadi Lagi Dalam Lingkup Gereja

Warga sudah mulai lapar dan berdesak-desakan membeli beras murah yang dibawa dua mobil boxnya Bulog. Warga yang ada datang ini dari berbagai kelurahan di Kota Kupang.

Setiap orang hanya boleh mendapat dua karung atau 10 kilogram beras berlabel SPHP dengan harga Rp 110 ribu. Harga ini lebih murah Rp 5 ribu dibanding yang dijual di pasar tradisional atau ritel modern. Pada pasar biasa juga hanya dibolehkan seorang membeli sekarung saja seharga Rp 57.500.

Fransina Funu, nenek 66 tahun ini turut mengincar beras SPHP yang lebih murah. Janda ini punya 9 anggota keluarga di rumah yang biasanya menghabiskan 40 kilogram beras per bulan.

Baca juga : 57.777 Warga NTT Tidak Bisa Mencoblos

Naiknya harga beras di NTT ini pun sudah terjadi pasca natal dan tahun baru dan diperkirakan tak akan turun saat momentum Ramadhan tahun ini.

Kini harga beras premium per 1 Maret 2024 ini mencapai Rp 16.930 atau atau kini dijual Rp 17 ribu per kilogram (kg) dari seharusnya harga eceran tertinggi (HET) Rp.14.400/kg.

Untuk harga beras medium seharusnya HET Rp 11.500/kg namun harga di pasaran naik hingga Rp 15.130/kg atau dijual Rp 15.500. ***

Tags: #berasmahal#BerasmahaldiNTT#Berasmurah#bulogntt#PasarMurahBulog#wargaserbuberasmurah
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati