Lokasi Pantai Watuparunu cukup jauh dari Kota Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT. Jaraknya sekitar 128 kilometer dengan perjalanan darat dari Waingapu ke arah timur untuk tiba di pantai indah ini.
Meski jaraknya jauh, untuk moda transportasi ke pantai Watuparunu tidak sulit. Wisatawan dapat mengendarai sepeda motor atau mobil. Pantai ini tepat di ujung timur jalan utama Pulau Sumba. Jarak sejauh itu dapat ditempuh sekitar 3 jam.
Pantai Watuparunu tidak hanya menyuguhkan pantai berpasir putih yang membentang panjang untuk dinikmati. Yang lebih menarik ada tebing batu yang membentuk “pintu gerbang”. Saat air laut surut, pengunjung bisa menikmati keindahan “pintu gerbang” ini untuk berfoto bareng atau berswa foto.
Pengunjung juga bisa menyaksikan para nelayan berburu rumput laut di sela-sela karang untuk dikumpulkan dan dijual seharga Rp 1.300 per kilogram rumput kering.
Melisa Sentosa kepada KatongNTT menuturkan kekagumannya dengan keindahan pantai Watuparunu. Menurutnya, tidak hanya batu yang membentuk seperti pintu gerbang yang dapat menjadi spot foto yang menarik.Pasir pantainya yang sangat bersih dan juga tebing batu yang unik dan tidak ada di banyak pantai sangat mempesona dirinya.

“Lumut-lumut hijau di karangnya menambah indah pantai ini saat air laut surut,” tutur Melisa.
Warga setempat, Tamu Ama menuturkan pantai Watuparunu sendiri berarti batu yang memiliki ruang untuk dilewati dari bagian bawahnya. Namun pengunjung harus untuk melewati pintunya.
Pemerintah Desa Lainjanji, Kecamatan Wula Waijelu, Kabupaten Sumba Timur telah membangun anak tangga agar bisa dilalui wisatawan ke bagian puncak bukit saat air laut pasang naik. Sehingga wisatawan dapat berpose dengan latar belakang tebing batu yang menjulang.
Namun Badai Seroja pada 4 April 2021 lalu telah berdampak pada lokasi wisatawa Pantai Watuparunu.
“Disini (pantai) ada rumah-rumah yang dibangun pemerintah desa untuk menjadi tempat beristirahat bagi pengunjung tetapi rusak karena Seroja (Badai Siklon Tropis Seroja) dan belum diperbaiki,” jelas Tamu Ama. (Al)



