• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Industri Pariwisata

Ada “Pintu Gerbang” Unik di Pantai Watuparunu

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 tahun ago
in Industri Pariwisata
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pesona Pantai Watuparunu berlatar "Pintu Gerbang" di Sumba Timur pada September 2021. (Al-KatongNTT.com)

Pesona Pantai Watuparunu berlatar "Pintu Gerbang" di Sumba Timur pada September 2021. (Al-KatongNTT.com)

0
SHARES
431
VIEWS

Lokasi Pantai Watuparunu cukup jauh dari Kota Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT. Jaraknya sekitar 128 kilometer dengan perjalanan darat dari Waingapu ke arah timur untuk tiba di pantai indah ini.

Meski jaraknya jauh, untuk moda transportasi ke pantai Watuparunu tidak sulit. Wisatawan dapat mengendarai sepeda motor atau mobil. Pantai ini tepat di ujung timur jalan utama Pulau Sumba. Jarak sejauh itu dapat ditempuh sekitar 3 jam.

BacaJuga

Komodo adalah salah satu ikon dalam logo Provinsi NTT yang terbentuk tahun 1958. DPR baru saja mensahkan UU Provinsi NTT bersama empat Provinsi lain (KSDAE-Kementerian Lingkungan Hidup)

J Trust Bank, TATA dan IHG Bangun Crowne Plaza Labuan Bajo

17 Oktober 2023
Suasana di satu sudut kawasan wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat awal Maret 2023. (Rita Hasugian-KatongNTT.com)

Ironi di Labuan Bajo: Investor Luar Menikmati, Masyarakat NTT Nyaris Tak Punya Peran

24 Maret 2023

Pantai Watuparunu tidak hanya menyuguhkan pantai berpasir putih yang membentang panjang untuk dinikmati. Yang lebih menarik ada tebing batu yang membentuk “pintu gerbang”. Saat air laut surut, pengunjung bisa menikmati keindahan “pintu gerbang” ini untuk berfoto bareng atau berswa foto.

Pengunjung juga bisa menyaksikan para nelayan berburu rumput laut di sela-sela karang untuk dikumpulkan dan dijual seharga Rp 1.300 per kilogram rumput kering.

Melisa Sentosa kepada KatongNTT menuturkan kekagumannya dengan keindahan pantai Watuparunu. Menurutnya, tidak hanya batu yang membentuk seperti pintu gerbang yang dapat menjadi spot foto yang menarik.Pasir pantainya yang sangat bersih dan juga tebing batu yang unik dan tidak ada di banyak pantai sangat mempesona dirinya.

“Pintu Gerbang” unik di Pantai Watuparunu di Kabupaten Sumba Timur, September 2021. (Al-KatongNTT.com)

“Lumut-lumut hijau di karangnya menambah indah pantai ini saat air laut surut,” tutur Melisa.

Warga setempat, Tamu Ama menuturkan pantai Watuparunu sendiri berarti batu yang memiliki ruang untuk dilewati dari bagian bawahnya. Namun pengunjung harus untuk melewati pintunya.

Pemerintah Desa Lainjanji, Kecamatan Wula Waijelu, Kabupaten Sumba Timur telah membangun anak tangga agar bisa dilalui wisatawan ke bagian puncak bukit saat air laut pasang naik. Sehingga wisatawan dapat berpose dengan latar belakang tebing batu yang menjulang.

Namun Badai Seroja pada 4 April 2021 lalu telah berdampak pada lokasi wisatawa Pantai Watuparunu.

“Disini (pantai) ada rumah-rumah yang dibangun pemerintah desa untuk menjadi tempat beristirahat bagi pengunjung tetapi rusak karena Seroja (Badai Siklon Tropis Seroja) dan belum diperbaiki,” jelas Tamu Ama. (Al)

Tags: #PantaiWatuparunu#Sumbatimur#Waingapu
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Komodo adalah salah satu ikon dalam logo Provinsi NTT yang terbentuk tahun 1958. DPR baru saja mensahkan UU Provinsi NTT bersama empat Provinsi lain (KSDAE-Kementerian Lingkungan Hidup)

J Trust Bank, TATA dan IHG Bangun Crowne Plaza Labuan Bajo

by Tim Redaksi
17 Oktober 2023
0

Jakarta - MMS Land anak usaha MMS Group Indonesia mengadakan Partnership Agreement Signing proyek Crowne Plaza di Labuan Bajo, Nusa...

Suasana di satu sudut kawasan wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat awal Maret 2023. (Rita Hasugian-KatongNTT.com)

Ironi di Labuan Bajo: Investor Luar Menikmati, Masyarakat NTT Nyaris Tak Punya Peran

by Rita Hasugian
24 Maret 2023
0

Peran pengusaha dan pemasok lokal di Labuan Bajo tidak berkembang besar kendati banyak investor masuk ke daerah itu.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati