• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 22, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Pupuk Jiwa Pahlawan Anak NTT Lewat Dongeng

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Tangkapan layar YouTube BacaritaNTT, Cathy sedang mendongeng. (Bacarita NTT)

Tangkapan layar YouTube BacaritaNTT, Cathy sedang mendongeng. (Bacarita NTT)

0
SHARES
298
VIEWS

Empat anak penuh semangat menceritakan dongeng secara virtual. Raut wajah gadis-gadis kecil itu, berusaha membuat orang-orang terhanyut dengan dongeng mereka.

Dongeng-dongeng dibawakan dengan penuh keseriusan. Intonasi dan gestur sangat harmonis. Mereka juga menyiapkan benda-benda seperti lukisan dan boneka untuk membuat hidup suasana.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Anak-anak itu mendongeng tentang berbagai kisah kepahlawanan orang-orang sekitar. Kisah-kisah itu bertujuan memupuk jiwa pahlawan anak-anak dari aktivitas sederhana yang mereka lakukan sehari-hari .

Acara dongeng itu dikemas dalam Festival Bacarita Dudu Malingkar yang diselenggarakan oleh Komunitas Bacarita NTT dan 16 komunitas lainnya pada Minggu, 21 November 2021 sore. Acara itu disiarkan langsung melalui channel YouTube Bacarita NTT dan Ayo Dongeng Indonesia serta melalui akun Instagram @bacaritantt dan @ayodongeng_ind.

Festival bertajuk ‘Pahlawan Sepertimu’ sebagai rangkaian memperingati Hari Dongeng Nasional pada 28 November 2021.

Pendongeng pertama bernama Naya, siswa SDN Bertingkat Naikoten. Naya membagikan cerita tentang Kacamata Super Opin.

Dalam cerita itu, Naya mengisahkan Opin yang merasa tidak percaya diri bila tidak memakai kacamata yang disebutnya kacamata super. Suatu hari Opin berada di atas pohon ditepi sungai dan tanpa sengaja kacamatanya jatuh.

Saat Opin hendak minta tolong, Ia melihat Mimin temannya mencari layangnya yang tersangkut di pohon. Mimin terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Mimin pun berteriak meminta tolong.

Opin bingung. Ia tidak bisa menolong temannya tanpa kacamata supernya itu. Tetapi kemudian Opin membulatkan tekad menolong temannya itu.

“Mulai saat itu, Opin percaya bahwa Ia bisa menolong dan melakukan sesuatu tanpa kacamata pahlawan supernya,” kisah Naya yang saat ini berusia 11 tahun.

Selanjutnya, Zita gadis berusia 10 tahun yang mengenyam pendidikan di SDK Rosa Mistika. Zita berpatner dengan Ayi, membawakan cerita tentang Ayam berbulu merah dan Merpati.

Dikisahkan, ayam berbulu merah dan Merpati itu sudah bersahabat lama. Mereka sering berbagi makanan. Hingga suatu hari ayam berbulu merah ditangkap oleh seekor Rubah. Merpati melihat kejadian itu, lalu dengan caranya dia menolong sahabatnya itu.

Merpati dan ayam berbulu merah itu bisa meloloskan diri dari sang Rubah. Mereka berbahagia. Zita dan Ayi menutup cerita itu dengan mengajak semua orang menjadi pahlawan mulai dari menolong sesama.

Cathy dari SDK St. Maria Asumpta Kupang berbagi cerita tentang Pahlawan Sepertimu. Gadis 11 tahun itu menunjukkan gambar-gambar seperti dokter, petugas pemadam kebakaran, seorang anak yang menanam pohon dan sekolompok anak yang bersahabat.

Cathy bercerita semua yang ada dalam gamabr itu adalah pahlawan. Tidak hanya dokter juga petugas pemadam kebakaran. Anak kecil yang menanam pohon adalah pahlawan yang menyelamatkan lingkungan. Begitu juga dengan sekelompok sahabat yang selalu setia dalam suka dan duka.

“Jika sobat cerita melihat masalah dan ada yang bisa sobat cerita lakukan, lakukanlah. Karena yang dibutuhkan dunia adalah pahlawan sepertimu,” kata Cathy mangakhiri ceritanya.

Tita menutup festival cerita Dudu Malingkar itu dengan cerita Induk ayam yang sibuk. Siswa SDN Bertingkat Naikoten itu mengisahkan induk ayam yang memilih mengerami telurnya dibanding mengikuti ajakan kambing dan sapi untuk pergi ke pekan raya.

Meski tidak bisa bersenang-senang di pekan raya, induk ayam sangat bahagia saat telur-telurnya menetas. Tita menutup cerita dengan menggambarkan Induk ayam yang berbahagia bersama anak-anaknya yang lucu itu.

Koordinator Program Komunitas Bacarita NTT, Brigita F. Rumung kepada katongNTT menjelaskan, kegiatan itu dilakukan sebagai bentuk ajakan bagi orang tua untuk membudayakan dongeng bagi anak-anak. Menurutnya orang tua harus bisa meluangkan waktu untuk mendongeng bagi anak-anak di rumah.

“Jadi sasaran kita sebenarnya bukan hanya bagi para anak, tapi kita ingin mengajak para orang tua juga untuk kembali mendongeng bagi anak-anak di rumah,” kata Brigita. (K-04)

Tags: #Anak#BacaritaNTT#Dongeng#Kotakupang
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati