• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Dibantu Dana Desa, 33 Pengantin di Sikka Tanam 1320 Pohon Pisang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Salah satu pengantin yang menanam pisang di-Desa-Waihawa-Sikka-NTT

Salah satu pengantin yang menanam pisang di-Desa-Waihawa-Sikka-NTT

0
SHARES
242
VIEWS

Maumere – Sebanyak 33 pasangan pengantin menanam 1320 pohon pisang di Dewa Waihawa, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Setiap pasangan suami istri (pasutri) yang dibantu dana desa tersebut menaman 40 pohon pisang di kebun sendiri atau lahan milik desa. Pemerintah desa juga mempermudah administrasi atau dokumen negara dari pasutri yang belum menikah secara sah.

Vitalis Yulianus selaku Kepala Desa (Kades) Waihawa kepada KatongNTT.com mengatakan kebijakan desa itu untuk meningkatkan kesadaran setiap pasangan pengantin yang baru menikah. Hal itu juga mendorong kreativitas mencari alternatif pendapatan keluarga.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Kades yang bisa dipanggil Yulio ini mendukung berbagai terobosan agar potensi ekonomi desa Waihawa meningkat. Salah satunya pendanaan untuk pernikahan pengantin dan harus menanam pisang dalam jumlah yang banyak.

“Pernikahan digelar sederhana dan didukung dari dana desa tapi syaratnya setiap pasangan harus menanam 40 pohon pisang. Sekarang sudah mulai tunas karena ditanam sejak bulan lalu,” ujar Yulio, Jumat (11/2/2022).

Dikatakan, pisang itu bisa dipanen pada akhir 2022 dan pihaknya sudah merencanakan untuk mengolah agar punya nilai tambah. “Kami tanam beberapa jenis pisang dan bisa diolah untuk berbagai keperluan,” ujar mantan aktivis ini.

Kepala Desa Waihawa Vitalis Yulianus (tengah) memberi penjelasan kepada warga. (Ist)

Untuk diketahui, Waihawa merupakan salah satu desa di pantai selatan Kabupaten Sikka yang dihuni 300 kepala keluarga (KK) atau 1246 warga. Desa ini memiliki potensi pertanian dan hortikultura serta beberapa lokasi yang indah. KatongNTT.com pernah mengunjungi kawasan itu beberapa tahun silam dan salah satu destinasinya  adalah pantai Nen Bura.

Yulio menjelaskan langkah pemerintah Desa Waihawa merupakan terobosan bagi anak-anak dari pasutri yang belum menikah secara sah (sakramen perkawinan). Dengan dana desa, semua dokumen pernikahan diselesaikan. Selain itu, mempertegas kepemilikan anak dari pasutri untuk mendapatkan hak dalam dokumen negara. “ Ini memperlancar pengurusan dokumen anak-anak di Catatan Sipil bila hendak melanjutkan pendidikan atau kelengkapan dokumen negara lainnya,” ujar Yulio. [K-02]

Tags: Dana DesaPasutriPengantinPisangSikka
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati