• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Saling Tuding dalam Penanganan Sampah di Kolhua

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Lokasi pembuangan sampah dari beberapa kelurahan di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT di awal Maret 2022. Sebznyzk 16 truk kontainer mengangkut sampah ke TPA Alak setelah warga protes. (KatongNTT.com)

Lokasi pembuangan sampah dari beberapa kelurahan di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT di awal Maret 2022. Sebznyzk 16 truk kontainer mengangkut sampah ke TPA Alak setelah warga protes. (KatongNTT.com)

0
SHARES
176
VIEWS

Kupang – Masalah penumpukan sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) yang berada di RT 17, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang ibarat bola panas. Pemerintah dan masyarakat saling tuding terkait persoalan ini.

Pemerintah dan masyarakat saling melempar tanggungjawab. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Kupang, Orson Nawa, Jumat (4/3/2022) siang mengatakan, keterlambatan pengangkutan merupakan akibat dari sikap warga yang tidak membuang sampah pada tempatnya.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

“Memang selama ini mereka buang diluar konteiner. Sehingga saat truk arm roll mau tarik konteiner tidak bisa masuk,” kata Orson.

Sampah di Kolhua menumpuk hingga memenuhi lahan yang luasnya mendekati ukuran lapangan sepak bola. Sampah menumpuk selama sebulan lebih tanpa dihiraukan Dinas LHK.

Padahal, sebelumnya konteiner sampah akan ditarik menuju TPA Alak setiap hari atau dua hari sekali.

Sampah yang bercampur baur itu membusuk dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Warga melalui RT dan RW menyampaikan keluhan kepada Kelurahan, untuk diteruskan ke Dinas LHK. Namun respon dari Dinas LHK sangat lambat.

“Sudah terlalu lama dibiarkan begini dimusim hujan, bau yang sudah sangat menyengat sangat menggangu warga di sini,” kata Ketua RT 17, Yohanes Sony Tokan.

Letak TPS berada di pinggir jalan umum, kemudian dimanfaatkan oleh warga dari kelurahan lain untuk membuang sampah di situ. Mada Batmalo, seorang pemulung yang setiap hari berada di lokasi TPS mengakui hal itu.

“Dari Sesawi, ada yang dari Belo. Tadi pagi ada satu dari Oebufu datang buang sampah di sini,” ujar Mada, Selasa (2/3/2022) sore.

Kehadiran para pemulung dituding sebagai salah satu penyebab penumpukan sampah. Orson mengatakan, para pemulung menerima bayaran.

“Itukan banyak sampah dari luar. Dan menurut Lurah punya pengakuan bawa pemulung di situ ada terima-terima uang dari orang yang buang di situ,” ujar Orson.

Tudingan Orson seperti tak berdasar. Lurah Kolhua, Silvester Helo malah membantah tudingan Kepala Dinas LHK itu. Silvester tidak mau berbicara banyak terkait tudingan itu, Ia hanya menjelaskan bahwa lokasi TPS itu sudah dipindahkan.

“Tidak juga (pemulung tidak terima uang,red),” kata Silvester.

Informasi berbeda disampaikan oleh Kadis LHK saat pembersihan TPS Kolhua pada Senin (1/3/2022). Orson menyampaikan keterlambatan pengangkutan disebabkan oleh miskomunikasi.

“Kemarin setelah Camat dan Dinas Kebersihan turun, mereka bilang ada miskomunikasi antara Dinas Kebersihan, Camat dan Kelurahan,” ujar Sony.

Bahkan Lurah Kolhua menyebut tidak ada miskomunikasi. Penumpukan sampah, kata Silvester, murni keterlambatan pengangkutan.

“Tidak (ada miskomunikasi). Mereka yang tidak mau angkut. Musim hujan inikan volume sampah berkurang,” ujar Silvester. (K-04)

Tags: #Dinaslingkunganhidupdankebersihan#SampahdikelurahanKolhua#sampahkotakupang#sampahmenumpuk
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati