• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Muat 839 Orang, KM Sirimau Kandas di Perairan Ile Ape

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Arsip Foto. Kapal penumpang milik PT PELNI, KM Sirimau, di wilayah perairan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA /Kornelis Kaha)

Arsip Foto. Kapal penumpang milik PT PELNI, KM Sirimau, di wilayah perairan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA /Kornelis Kaha)

0
SHARES
529
VIEWS

Kupang – KM Sirimau kandas di perairan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/5/2022). Sebanyak 839 yang terdiri dari 784 penumpang dan 55 orang berada dalam kapal milik PT PELNI (Persero) itu.

Manajer Humas PT PELNI Idayu Adi Rahajeng mengatakan, KM Gandha Nusantara 14 dikerahkan untuk menarik KM Sirimau. Ia mengatakan bahwa Management Response Team (MRT) PT PELNI berkoordinasi dengan kantor cabang dan otoritas terkait untuk menangani kapal penumpang yang kandas tersebut.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

“Seluruh penumpang di atas kapal yang berjumlah 784 penumpang dan kru KM Sirimau ini dalam keadaan sehat dan selamat,” katanya mengenai penumpang dan kru KM Sirimau yang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Lembata ke Pelabuhan Maumere.

Kepala Syahbandar Lewoleba di Kabupaten Lembata Abdul Syukur Muklis mengatakan bahwa Kantor Syahbandar menerima informasi mengenai kandasnya KM Sirimau sekitar pukul 14.30 WITA.

“Kami dapat info dari awak kapal. Setelah berkoordinasi kami sepakat kerahkan KM Gandha Nusantara 14 untuk membantu menarik KM Sirimau,” katanya.

Ia mengatakan bahwa proses penggeseran KM Sirimau yang kandas dilakukan saat kondisi air laut sudah baik agar lebih mudah.

Baca juga : Ketua Pemuda Gereja di TTS Perkosa Anak SMK

Menurut dia, pada pukul 22.30 WITA diperkirakan air laut akan naik sehingga akan memudahkan proses penarikan kapal penumpang itu.

KM Sirimau berangkat dari pelabuhan Tenau Kupang, Selasa (17/5/2022) dan tiba di pelabuhan Lewoleba pukul 10.05 WITA. Selanjutnya kapal melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Maumere pukul 13.00 WITA.

Tim Basarnas Maumere sudah diterjunkan ke lokasi kejadian. Kepala Basarnas Maumere, I Putu Surdayana kepada KatongNTT mengatakan, tim yang sudah tiba di lokasi berkoordinasi untuk evakuasi penumpang.

“Perkembangan terkini bahwa Tim Rescue Basarnas Maumere sudah tiba di lokasi kejadian dan sedang berkoordinasi dengan KM Gandha Nusantara 14 untuk membantu proses evakuasi,” jelas Surdayana.

Untuk proses evakuasi, KM Gandha Nusantara 14 akan merapat dari lambung bagian kiri KM Sirimau. Proses evakuasi akan dibantu oleh RIB 500 PK Maumere.[Joe/ANTARA]

Tags: #BasarnasMaumere#kapalkamdasdiIleApe#KMSirimau#KMSirimaukandas#PTPELNI
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati