• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Sampah di Laut NTT Kian Mengkhawatirkan

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Sampah sisa aktivitas manusia menumpuk di pantai Oesapa (Joe-KatongNTT)

Sampah sisa aktivitas manusia menumpuk di pantai Oesapa (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
407
VIEWS

Kupang – Persoalan sampah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi di wilayah daratan. Sampah di laut NTT pun kian mengkhawatirkan.

Lumban Nouli L. Toruan, pengajar pada Jurusan Kelautan dan Perikanan Undana Kupang mengatakan, sampah sudah mencemari wilayah pesisir dan laut NTT. Jenis sampah tersebut banyak disumbangkan dari aktivitas manusia seperti gabus, kaleng dan berbagai material plastik yang memberikan dampak buruk bagi ekosistem laut.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

“Sampah ini bukan hanya terombang-ambing di permukaan air, namun juga terdapat di kolom perairan sampai dasar laut,” kata Lumban kepada KatongNTT pekan lalu.

Ia mengatakan, sampah di laut NTT terus bertambah. Dugaan itu didasarkan pada jumlah penduduk yang terus bertambah akibat kelahiran dan migrasi. Ia menyarankan adanya kajian lebih lanjut yang berkesinambungan untuk mengetahui kondisi sampah di laut NTT.

“Sampah ini tidak hanya mempengaruhi estetika pesisir yang begitu indah, namun juga memberi dampak bagi keberadaan makhluk hidup dan kesehatan manusia,” kata Lumban.

Radith giantiano, dari Komunitas Underwater Kupang menjumpai banyak sampah saat menyelam. Setiap minggu saat berlatih, mereka menemukan sampah berserakan di dasar laut.

Sampah tersebut, kata Radith, kebanyakan merupakan sisa sampah rumah tangga seperti kantong plastik dan jenis sampah lainnya.

Sebagai pencinta laut, Radith bersama teman-temannya akan memungut sampah yang berserakan untuk di kumpulkan. Aktivitas itu dilakukan secara spontan tanpa diperintah.

“Ketika kita menikmati keindahan bawah laut dan melihat ada sampah itu seperti merusak suasana hati,” kata Radith.

Sampah dapat merusak habitat perairan. Lumban mengatakan, terumbu karang pun bisa dirusak oleh keberadaan sampah. Selain itu, mempengaruhi fotosintesis organisme di bawah kolom perairan.

Bahaya sampah lainnya yakni bisa mengakibatkan kematian pada organisme laut seperti ikan, penyu dan mamalia laut. Dampaknya kata Lumban akan mengganggu jaring makanan ekosistem laut.

Bagi manusia, sampah di laut bisa menyebabkan kerugian ekonomi bagi industri perikanan dan kelautan. Lumban menjelaskan, ancaman lain yang nyata adalah menurunnya kualitas hidup masyarakat pesisir.

               ***

Selain sampah berukuran besar, Lumban mengungkapkan berdasarkan penelitian yang dilakukan bersama mahasiswa dari Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Undana, ada bahaya lain yang menjadi ancaman di perairan yakni mikroplastik.

Mikroplastik adalah partikel dengan ukuran kurang dari 5 mili meter. Hasil penelitian itu menunjukkan adanya mikroplastik pada kolom air laut, sedimen zona intertidal dan ikan pelagis.

“Jumlah mikroplastik terbanyak terdapat pada sedimen, diikuti kolom perairan, kemudian ikan,” ujar Lumban.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2019 di wilayah perairan Teluk Kupang itu menemukan berbagai jenis mikroplastik seperti fiber, fragmen, film dan foam. Lumban menuturkaan, fiber merupakan tipe yang paling mendominasi.

“Meskipun tidak semua ikan pelagis yang kami teliti terpapar mikroplastik, namun kajian ini menunjukkan bahwa mikroplastik telah masuk ke dalam rantai makanan,” kata Lumban.

Ia mengatakan, berdasarkan beberapa riset terbaru, menunjukkan efek buruk mikroplastik bagi biota laut dan manusia. Pasalnya, plastik memiliki zat aditif yang berbahaya bagi makhluk hidup.

Mikroplastik yang masuk ke tubuh biota laut dapat mengganggu sistem reproduksi hingga mengakibatkan kematian.

“Pada manusia, kehadiran mikroplastik dapat merusak sistem kekebalan tubuh sehingga lebih mudah terkena penyakit,” jelas Lumban.

Mengutip doktersehat.com, mikroplastik juga bisa mengakibatkan kerusakan sel, menyebabkan reaksi alergi, gangguan hormon. Selain itu bisa memicu kanker dan penyakit serius lainnya, mengganggu metabolisme dan mempengaruhi perkembangan janin.[Joe]

Baca juga: Nelayan Pesisir NTT Diabaikan, Dari Kekurangan Infrastruktur Hingga Kriminalisasi

Tags: #bahayamikroplastik#LautNTT#mikroplastik#Sampah#sampahdilaut
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati