• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Waspada Gelombang Tinggi di 6 Wilayah Perairan NTT

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi gelombang tinggi di perairan NTT (Tribunnews.com)

Ilustrasi gelombang tinggi di perairan NTT (Tribunnews.com)

0
SHARES
212
VIEWS

Kupang – Wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan berpotensi mengalami gelombang tinggi hingga 4 meter. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku Senin (20/6/2022) pukul 08.00 WITA.

Peringatan dini potensi gelombang tinggi ini berlaku selama 24 jam atau sampai Selasa (21/6/2022) pukul 08.00 WITA.

BacaJuga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

17 Agustus 2026
Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026

BMKG menyebut ada 6 wilayah perairan di NTT yang berpotensi mengalami tinggi gelombang antara 2,5 sampau 4 meter. Wilayah tersebut yakni, selat Sepe bagian selatan, selat Sumba bagian barat, Samudera Hindia Selatan Sumba – Sabu. Selanjutnya, wilayah perairan laut Sawu, perairan selatan Kupang – Rote dan Samudera Hindia Selatan Kupang – Rote.

Wilayah lain yang berpotensi mengalami gelombang tinggi mulai 1,25 – 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan selat Sumba bagian timur, selat Alor – Pantar, Selat Ombai dan perairan utara Kupang – Rote.

BMKG menyarankan masyarakat mewaspadai risiko keselamatan akibat gelombang tinggi. Tinggi gelombang diatas 1,25 meter dengan kecepatan angin 15 knot sangat berisiko terhadap keselamatan perahu nelayan.

Warga yang menggunakan kapal tongkang diharapkan menghindari risiko pada gelombang tinggi diatas 1,5 meter dengan kecepatan angin 16 knot. Selanjutnya, kecepatan angin 21 knot dengan tinggi gelombang diatas 2,5 berisiko terhadap pelayaran Kapal Ferry. Untuk gelombang tinggi diatas 4 meter dengan kecepatan angin 27 knot berbahaya terhadap pelayaran kapal besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

BMKG menyebut pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara dominan bergerak dari Timur Laut – Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 – 15 knot. Sedangkan di wilayah perairan bagian selatan dominan bergerak dari Timur – Tenggara dengan kecepatan angin 5 – 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah laut Jawa, laut Banda, perairan selatan Jawa hingga NTT. Selanjutnya terjadi samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT dan laut Arafuru.(Joe)

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Tinggi Gelombang 5 Meter di NTT

Tags: #BMKG#gelombangtinggi#kecepatanangintinggi#perairanntt#risikopelayaran
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

by Rita Hasugian
17 Agustus 2026
0

KatongNTT- Gempa susulan masih mengguncang Pulau Flores hingga hari ini. Fransiska Heldiana Juita, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada...

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati