• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, April 20, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Penjabat Wali Kota Kupang Targetkan Masalah Sampah Teratasi 2 Bulan

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh saat memantau sampah di pasar Oesapa (PKP Kota Kupang)

Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh saat memantau sampah di pasar Oesapa (PKP Kota Kupang)

0
SHARES
281
VIEWS

Kupang – Penanganan sampah di Kota Kupang menjadi persoalan yang seolah tak berujung. Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh berfokus menyelesaikan masalah tersebut

Masalah sampah di Kota Kupang perlu diurus dari hulu hingga ke hilir. Sampah berserakan di mana-mana, mulai dari pinggir-pinggir jalan, lahan-lahan kosong hingga ke pesisir pantai.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Usai dilantik Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat pada Senin (23/8/2022) George mendatangi beberapa lokasi seperti pasar tradisional untuk melihat pengelolaan sampah di sana. George meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang untuk menempatkan petugas kebersihan di setiap pasar tradisional.

George bahkan menargetkan masalah sampah di Kota Kupang teratasi dalam 2 bulan pertama kepemimpinannya. Menurutnya, gerakan tersebut harus dimulai dari lingkungan Pemerintah.

“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa kebersihan adalah bagian dari peradaban,” kata George saat memimpin apel perdana pada Selasa (24/8/2022) lalu.

Ia menginginkan respon yang cepat dalam penanganan sampah di Kota Kupang. Ia mengatakan penanganan sampah yang baik perlu segera dilakukan mengingat masalah ini menjadi sorotan warga Kota Kupang.

George mengatakan akan melibatkan aparat pemerintah hingga tingkat RT dan RW dalam penanganan sampah. Sehingga ke depan tidak lagi ada sampah yang terbuang di sembarang tempat.

Pihaknya pun sedang mengkaji penambahan armada pengangkut sampah. Penambahan tersebut bisa memanfaatkan kredit kendaraan dari Bank NTT. Rencananya, setiap RT disediakan kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah dari rumah warga.

Untuk saat ini, pemerintah berfokus mengangkut sampah-sampah yang berserakan. George membuka ruang bagi warga untuk melaporkan jika ada sampah-sampah yang berserakan atau yang belum terangkut.

“Nanti kita cek, suruh tindak lanjuti,” jelasnya.

Sampah kepung Kota Kupang. Warga membuat papan larangan namun namun larangan itu tidak dihiraukan (Joe-KatongNTT)
Sampah kepung Kota Kupang. Warga membuat papan larangan namun namun larangan itu tidak dihiraukan (Joe-KatongNTT)

Sampah juga banyak berserakan di pesisir pantai. Salah satunya di dekat area ekowisata mangrove Oesapa Barat. Tumpukan sampah ini sangat mengkhawatirkan.

Deddy Holo, Kepala Divisi Perubahan Iklim dan Kebencanaan WALHI NTT mengatakan, penanganan sampah di pesisir pantai Kota Kupang belum efektif. Deddy melihat pemerintah masih absen dalam penanganan sampah dari sumbernya.

Di pesisir pantai, sampah yang berasal dari rumah tangga banyak dijumpai. Sampah ini dibawa oleh arus air saat musim hujan.

“Sampah yang berada di pesisir pantai Kota Kupang saat ini semakin tidak terkendali. Ada kecenderungan sampah dibuang ke laut,” kata Deddy kepada KatongNTT, Jumat (26/8/2022).

Menurutnya, penanganan sampah di Kota Kupang harus dimulai dari hulu. Persoalan ini tidak bisa terselesaikan bila hanya diurus dari hilir saja.

Pengelolaan sampah dengan metode reduce, reuse dan recycle. Deddy melihat pemerintah Kota Kupang belum menggunakan metode ini secara efektif.

“Pemerintah masih menggunakan metode lama yakni kumpul, angkut dan buang,” jelasnya.

Pengelolaan sampah bisa memanfaatkan Bank Sampah atau pun melalui para pengepul yang menerima sampah-sampah yang masih bernilai ekonomis.

Penjabat Wali Kota Kupang George Hadjoh mengatakan, untuk masalah sampah di pesisir pantai, pihaknya akan melakukan gerakan membersihkan pantai dan laut. Melalui para RT dan RW yang ada akan digerakkan untuk bersama-sama membersihkan area pantai dari sampah.

Ia mengatakan, Kota Kupang harusnya memiliki wisata pantai yang indah dan bebas dari masalah sampah. Bila itu terjadi, potensi ekonomi warga pun bisa dikembangkan.(Joe)

Baca juga: Sampah di Laut NTT Kian Mengkhawatirkan

Tags: #georgehadjoh#penjabatwalikotakupang#Sampah#sampahdilaut#sampahkotakupang
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati