• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Mama Peni Diancam Anaknya, Pasrah Tak Kunjung Dapat BPJS Kesehatan

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mama Peni menyewa kos di Kota Kupang setelah anak perempuannya mengancam untuk membunuhnya. (Gega Making - KatongNTT.com)

Mama Peni menyewa kos di Kota Kupang setelah anak perempuannya mengancam untuk membunuhnya. (Gega Making - KatongNTT.com)

0
SHARES
62
VIEWS

Kupang – Situasi yang dihadapi Mama Peni, 54 tahun, semakin memprihatinkan setelah dua pekan lalu ditemui Tim KatongNTT di rumahnya.

Mama Peni atau nama lengkapnya Vinsensia Peni Buan terpaksa menyewa kamar kos setelah anak sulungnya mengancam membunuhnya. Anak perempuannya itu menderita keterbelakangan mental.

BacaJuga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

15 Agustus 2026
Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

8 Juli 2026

“Selama ini saya sudah bersabar. Kalau saya tidak bersabar lagi, saya tikam kasih mati mama,” kata Mama Peni menirukan ancaman Ester, anak sulungnya itu, Jumat, 17 Februari 2023.

Anaknya beralasan pertengkaran panjang orang tuanya telah membuat hidupnya bertambah sulit.

Baca juga: Bertemu Mama Peni di Pojok Belo, Sendirian Hidupi Suami ODGJ dan Anak Keterbelakangan Mental

Sebelumnya Mama Peni mengungsikan anaknya beserta dua cucunya ke rumah saudaranya asal Pulau Adonara yang tinggal di Fatukoa, Kota Kupang. Dia tidak mau suaminya yang menderita Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melakukan kekerasan terhadap mereka.

Mama Peni dan anak keduanya kini tinggal di kamar kos. Suaminya tinggal di rumah mereka yang dibangun di belakang Rumah Sakit St Carolus Borromeus di Belo.

Mama Peni menjelaskan, pintu rumahnya di Belo telah dipaku dengan besi dan disegel oleh orang tak dikenal. Sehingga dia tidak dapat mengambil harta miliknya dari dalam rumah itu. Terpaksa Mama Peni meminta pakaian ganti di satu warga di Belo.

Situasi yang dihadapi Mama Peni ini membuat banyak orang menaruh perhatian. Mama Peni hanya meminta kepada mereka  agar dirinya dan anggota keluarga bisa mendapatkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan tempat tinggal yang layak. Bagi Mama Peni, kesehatan itu penting.

Sudah beberapa orang telah berjanji untuk membantu mengurus kartu BPJS Kesehatan. Namun, tak satupun memenuhi janjinya.Hal ini membuat Mama Peni hilang harapan.

 

Pintu Rumah Mama Peni di Belo Kota Kupang Dipaku dan disegel orang Tak Dikenal (Gega Making - KatongNTT.com)
Pintu Rumah Mama Peni di Belo Kota Kupang Dipaku dan disegel orang Tak Dikenal (Gega Making – KatongNTT.com)

 

Baca juga: Satu Polisi Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan ODGJ di Lembata

Begitu juga dengan pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial Kota Kupang maupun Dinas Kesehatan Provinsi NTT tak memberikan perhatian pada warganya.

“Mau dibilang sakit hati juga tidak bisa. Mau dibilang sedih juga tidak bisa. Mau dibilang pusing juga tidak bisa. Jadi kalau mau bantu juga baik tidak bantu juga tidak apa-apa,” ujar Mama Peni.

Selain itu, kartu keluarga milik Mama Peni dan anaknya Ester dibawa orang dan belum dikembalikan. Dirinya juga belum terdaftar di Dinas Sosial Kota Kupang sebagai penerima bantuan.

“Saya sudah mengecek menggunakan NIK, nama, dan tanggal lahir. Namun, nama Vinsensia Peni Buan belum terdaftar di Dinas Sosial sebagai penerima bantuan,” kata Eka, petugas layanan BPJS Kesehatan Kupang, Jumat,  17 Februari 2023.

Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Yosef Rasi mengatakan kartu BPJS Kesehatan Mama Peni bersama anggota keluarganya sedang diproses di Dinas Kesehatan Kependudukan dan Catatan Sipil NTT.

“Mudah-mudahan minggu depan sudah direalisasikan,” kata Yosef, Minggu, 19 Februari 2023. (Gega Making)

Tags: #BPJSKesehatan#DukcapilNTT#Keterbelakanganmental#MamaPeni#NTT#ODGJ
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Para perempuan kampung Ansok, dusun Balai Temenggung, Desa Benua Kencana, Sintang, Kalimantan Barat mengolah makanan hasil dari kebun mereka. (Dok. Magdalene.co)

Belajar Mandiri Pangan dan Merawat Hutan dari Perempuan Ansok

by Rita Hasugian
15 Agustus 2026
0

“Kami ndak beli bahan makanan. Hasil ladang ini cukup untuk setahun,” kata Suwandang (51). Akhir Juni lalu, rumahnya ramai. Warga...

Tanda bahaya gas hidrogen sulfida (H2S) di sekitar kawah. (Dok.Magdalene.co)

Laporan Khusus Magdalene dari 3 Proyek Geotermal: Perempuan Menanggung Dampak Terbesar

by KatongNTT
8 Juli 2026
0

 KatongNTT – Aktivitas proyek panas bumi di Bondowoso (Jawa Timur), Mandailing Natal (Sumatera Utara), dan Ngada (Nusa Tenggara Timur)  telah...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati