Kupang – Butuh waktu kurang lebih tiga pekan untuk pembersihan longsor di Takari, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. Tepatnya di Jalan Timor Raya Kilometer 73. Pembersihan total ini agar jalan arus utama lintas Pulau Timor itu dapat benar-benar bisa digunakan kembali.
“Butuh sekitar tiga minggu pengerjaan hingga benar-benar bersih,” ujar Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah NTT, Agustinus Junianto.
Pengerjaan ini pun terkendala dengan kondisi cuaca saat ini yang juga masih hujan.
Pembukaan jalur alternatif ini sejauh 0,85 kilometer menyusuri sungai. Setelah jalur alternatif ini dibuka, maka titik longsor di Takari akan ditutup total.
Sistem buka tutup arus kendaraan melalui longsoran memang terpaksa diterapkan saat ini. Sistem buka tutup arus lalu lintas ini sudah berlangsung dari 19 Februari 2023 bagi kendaraan roda dua dan empat.
Baca juga: Pasca Longsor di Takari, KMP Pulau Sabu Distribusi Logistik di Pulau Timor
“Kalau dibuka jalan alternatif, maka lokasi longsor ini ditutup total untuk pekerjaan pembersihan,” sebutnya.
Timbunan longsor di Takari diperkirakan mencapai 10 ribu meter kubik sehingga memang memakan waktu untuk pembersihannya.
Direktur Peservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Ditjen Bina Marga, Thomas Setiabudi Aden membenarkan lamanya pembersihan bisa mencapai tiga pekan. Pembersihan longsoran ini menggunakan delapan alat berat yaitu tujuh eksavator dan buldozer.
Sementara pembukaan jalur alternatif sendiri membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Meskipun hanya sementara tetapi jalur ini dibuka agar titik longsor dapat dibenahi kembali secara total.
“Setelah jalan alternatif dibuka baru pembersihan material longsor bisa dilakukan maksimal,” sebutnya.
Baca juga: Ahli Geologi: Kenali Penyebab Longsor di Takari, Mitigasi Belum Ada
Kapolres Kupang, AKBP Irwan Arianto berharap pembersihan longsor ini bisa seusai estimasi waktu tersebut dan didukung cuaca yang aman.
Sementara meminta pengendara yang mengikuti sistem buka tutup lalu lintas di titik longsoran untuk tetap berhati-hati.
Nantinya bila jalur alternatif selesai dibuka, maka titik bencana itu akan benar-benar tidak diizinkan dilintasi kendaraan maupun orang sama sekali guna memperlancar pengerjaannya.
“Begitu jalan alternatif selesai dalam lima hari ke depan maka seluruh akses transportasi darat akan dialihkan melalui jalan alternatif tersebut. Nanti kita tutup total jika jalan alternatif sudah selesai dibangun,” kata dia, Rabu 22 Februari 2023. (Putra Bali Mula)




