Kupang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi mengumumkan calon anggota KPU NTT dan anggota KPU pada 20 kabupaten dan kota di NTT untuk periode 2024-2029.
Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari mengumumkan pergantian anggota baru KPU NTT ini pada 31 Januari 2024 sesuai dengan keputusan KPU RI Nomor 130 Tahun 2024.
Baca juga : KPU Wanti-wanti Para Caleg, Pakai Dokumen Palsu Bisa Pidana
Daftar calon anggota KPU NTT terpilih dan akan dilantik KPU RI ini adalah Baharudin Hamzah, Elyaser Lomi Rihi, Jemris Fointuna, Lodowyk Fredrik dan Petrus Kanisius Nahak.
Baharudin Hamzah sendiri adalah mantan Koordinator Divisi SDM Bawaslu Provinsi NTT, lalu Elyaser Lomi Rihi adalah mantan komisioner KPU Kabupaten Kupang Divisi Keuangan, Umum, Logistik dan Rumah Tangga.
Sementara Jemris Fointuna merupakan mantan Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu NTT. Kemudian Petrus Kanisius Nahak adalah Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka yang mengundurkan diri 5 Mei 2023 lalu.
Baca juga: Anggota KPU NTT Resmi Diganti 13 Hari Jelang Pemilu
Sedangkan Lodowyk Fredrik terpilih kembali menjadi anggota KPU NTT untuk periode 2024-2029 setelah perannya di lembaga tersebut di periode 2019-2024.
Proses seleksi untuk komisioner KPU NTT ini memang sudah berlangsung sejak 24 Oktober 2023 hingga Januari 2024. Seleksi ini dilakukan tim yang dibentuk oleh KPU RI dan dominan berlangsung secara online.
Tidak saja KPU NTT, ada 20 KPU daerah di wilayah NTT yang para pengurusnya turut diganti. KPU daerah yang mengalami pergantian ini adalah Kabupaten Kupang, Alor, Belu, Flores Timur, Lembata, Malaka, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Rote Ndao, Sikka, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara dan Kota Kupang.
Baca juga : Uskup Agung Kupang Jabarkan Kriteria Pemimpin Pilihan di Pemilu 2024
Ketua Tim Seleksi KPU Provinsi NTT, Rodi Rohi, dalam jumpa pers beberapa waktu lalu menjelaskan rekrutmen ini terkecuali KPU Ende dan Sabu Raijua sebab masa jabatan anggotanya berakhir Februari 2024 nanti.
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang, mengomentari penetapan anggota baru KPU tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di tengah mepetnya waktu tahapan pemilu. Pemilu 2024 sendiri akan berlangsung pada 14 Februari 2024 atau dalam 13 hari lagi.
“Anggota KPU yang baru tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi namun harus mengambil langkah cepat apalagi dengan volume kerja yang tinggi dan ketat,” tukasnya.
Baca juga : Anggota KPU NTT Resmi Diganti 13 Hari Jelang Pemilu
Ia menilai penetapan anggota baru KPU di NTT masa jabatan 2024-2029 ini sesuai hasil seleksi dari tim yang diangkat KPU Pusat. Dengan begitu tugas-tugas anggota sebelumnya akan dilanjutkan.
“Sungguh pun begitu, sebagai anggota KPU baru namun masih dihuni oleh wajah lama, sehingga prinsip keberlanjutan tahapan tidak mengalami stagnasi,” tukasnya.
Namun bagi kabupaten dan kota yang memiliki wajah baru tentu membutuhkan penyesuaian. Ahmad menyebut tugas mereka juga akan dibantu tim tertentu.
Baca juga : Warga Kota Kupang Lipat Sejuta Surat Suara Diupah Rp 250 per Lembar
“Apalagi mereka lebih dekat dengan pemilih sehingga kerumitan pemilu dan pilpres tidak menjadi hambatan. Namun demikian, ada tim sekretariatan yang selama ini membantu komisioner akan memberikan support yang maksimal agar kerja penyelenggara tidak mengalami kendala,” lanjut dia.
Sebagai informasi, anggota KPU NTT sebelumnya atau pada periode 2019 – 2024 yaitu Thomas Dohu, Yosafat Koli, Fransiskus Vincent Diaz, Yefri Amazia Galla, Lodowyk Fredrik, Redemptus Henry Dewanto Dao, Rofinus Kopong Teron, Ismail Manoe, Charles Primus Kia dan John Peter Palla. ***


