• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Bank Dunia Segera Luncurkan Laporan Berkala Ukur Iklim Persaingan Usaha

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bank Dunia (Dok. Center For Global Development)

Bank Dunia (Dok. Center For Global Development)

0
SHARES
12
VIEWS

Kupang – Bank Dunia akan mengeluarkan laporan Business Ready berisikan kajian dan analisis tentang iklim bisnis dan investasi di setiap negara. Laporan yang terbit mulai tahun 2024 menggantikan laporan terdahulu yakni Doing Business.

Laporan Business Ready Bank Dunia ini akan mengulas iklim bisnis dan investasi di 54 negara termasuk Indonesia. Untuk kemudian Bank Dunia menargetkan 180 negara.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Laporan Business Ready merupakan pengembangan dan perbaikan dari Laporan Doing Business. Laporan Business Ready menggunakan pendekatan analisis yang lebih baik dan seimbang serta transparan. Bahkan  laporan ini menggunakan pendekatan persaingan usaha.

Baca juga: Indonesia Resmi Bergabung di Komisi Persaingan OECD Setelah 16 Tahun Berkontribusi

Pengukuran nilai persaingan usaha di Business Ready tersebut bersanding dengan pengukuran berbagai aspek lainnya. Seperti perizinan, lokasi bisnis, jasa utilitas, tenaga kerja, jasa keuangan, perdagangan internasional, pajak, mekanisme sengketa, dan kecukupan bisnis.

Laporan Business Ready Bank Dunia ini akan mengulas iklim bisnis dan investasi di 54 negara termasuk Indonesia dan ditargetkan mencakup 180 negara di dunia.

Menurut Bank Dunia, analisis terhadap iklim persaingan usaha menjadi faktor penting karena mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara melalui tingkat inovasi dan produktivitas perusahaan. Hal ini mengarah pada kualitas produk barang maupun jasa yang lebih baik. Tingkat persaingan usaha yang baik akan menstimulasi pelaku pasar untuk menyediakan produk dengan harga dan tarif yang kompetitif.

Berdasarkan dokumen Bank Dunia, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar diperoleh skor daya saing negara yang tinggi dalam Laporan Business Ready. Pertama, kualitas regulasi yang mempromosikan persaingan usaha. Kedua, kecukupan jasa publik yang mempromosikan persaingan usaha. Ketiga, efisiensi dalam penerapan jasa-jasa dalam mempromosikan persaingan usaha.

Baca juga: Dua Sekolah di Kupang Tak Punya Murid Baru, Dampak Kompetisi Tak Sehat?

Kepala Bidang Kajian dan Advokasi Kanwil IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Romi Pradhana Aryo berharap ke depan ada sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah dengan KPPU. Sinergi dalam hal meningkatkan nilai persaingan usaha di Indonesia sebagaimana tiga poin di atas.

“Masuknya nilai – nilai persaingan usaha dalam Laporan Business Ready menggantikan Doing Business membawa konsekuensi lahirnya sinergitas antara KPPU dan Pemerintah. Hal ini dalam upaya menciptakan kualitas persaingan usaha yang sehat secara nasional dengan menyeluruh terhadap aspek regulasi, kelembagaan, maupun efektifitas pengawasan persaingan usaha di pasar,” kata Romi. *****

Tags: #bankdunia#BusinessReady#KPPU#LaporanBusinessReady#Pertumbuhanekonomi
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati