• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Belum Ada Kemajuan Penyelidikan 7 ABK Indonesia Hilang di Laut Mauritius

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang
Reading Time: 2 mins read
A A
0
0
SHARES
321
VIEWS

Kupang – Belum ada kemajuan penyelidikan kasus 7 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia hilang di perairan Mauritius, Afrika pada Februari 2021.

Pemerintah menyebut belum ada kepastian dimana keberadaan mereka setelah Polisi Mauritius menyatakan 7 ABK itu hilang.

BacaJuga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

8 Januari 2026
Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

27 Desember 2025

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha mengatakan Kuasa Usaha Tetap di KBRI Antarivo telah berkunjung dan bertemu dengan kepolisian di Mauritius dan menanyakan terkait perkembangan kasus hilangnya 7 ABK Indonesia.

“Sampai saat ini belum ada jawaban yang memuaskan pihak kita,” ujar Judha dalam acara webinar Hari Internasional Menentang Perdagangan Orang, Sabtu (30/7/2022).

Pemerintah Indonesia akan menempuh langkah lainnya dalam waktu dekat untuk penyelidikan hilangnya warga Indonesia yang bekerja pada Kapal ikan berbendera Cina itu.

“Kami akan membahas dengan teman-teman Polri apakah bisa kerja P to P, Police to Police untuk bisa mempercepat proses penyelidikan,” kata Judha Nuhraha.

Upaya tersebut kat Judha, untuk memperjelas nasib para korban. Terutama memberikan kejelasan bagi keluarga korban.

Para ABK dikabarkan hilang setelah menggelar acara perpisahan dengan teman mereka, Petrus Crisologus Tunabenani yang akan kembali ke Indonesia.

Orang tua Petrus di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertanya terkait nasib anaknya. Selain Petrus, ABK lain asal NTT yang ikut hilang adalah Klaudius Ukat.

Ibu kandung Klaudius Ukat, Brigita Telik bersama ayah Petrus, Gabriel Ulu Tunabenani bahkan menyurati Paus Fransiskus. Surat tersebut sebagai upaya meminta bantuan kepada Paus Fransiskus setelah tidak ada kejelasan nasib kedua anak mereka.(Joe)

Baca juga: Orangtua ABK Hilang di Perairan Mauritius Minta Bantuan Paus Fransiskus

Tags: #ABKhilangdiMauritius#ABKIndonesia#Afrika#JudhaNugraha#KapalCina
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

by Rita Hasugian
8 Januari 2026
0

Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara...

Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

by Rita Hasugian
27 Desember 2025
0

Kupang – Marselinus Seke menahan rasa sakit pada kedua kakinya yang bengkak setiap kali melangkah. Kulit kakinya melepuh,  mengeluarkan cairan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati