Belum Ada Kemajuan Penyelidikan 7 ABK Indonesia Hilang di Laut Mauritius

Wajah Petrus Crisologus Tunabenani diduga terkena benda tajam. Petrus adalah salah satu dari 7 ABK yang hilang di perairan Mauritius

Wajah Petrus Crisologus Tunabenani diduga terkena benda tajam. Petrus adalah salah satu dari 7 ABK yang hilang di perairan Mauritius

Kupang – Belum ada kemajuan penyelidikan kasus 7 Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia hilang di perairan Mauritius, Afrika pada Februari 2021.

Pemerintah menyebut belum ada kepastian dimana keberadaan mereka setelah Polisi Mauritius menyatakan 7 ABK itu hilang.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha mengatakan Kuasa Usaha Tetap di KBRI Antarivo telah berkunjung dan bertemu dengan kepolisian di Mauritius dan menanyakan terkait perkembangan kasus hilangnya 7 ABK Indonesia.

“Sampai saat ini belum ada jawaban yang memuaskan pihak kita,” ujar Judha dalam acara webinar Hari Internasional Menentang Perdagangan Orang, Sabtu (30/7/2022).

Pemerintah Indonesia akan menempuh langkah lainnya dalam waktu dekat untuk penyelidikan hilangnya warga Indonesia yang bekerja pada Kapal ikan berbendera Cina itu.

“Kami akan membahas dengan teman-teman Polri apakah bisa kerja P to P, Police to Police untuk bisa mempercepat proses penyelidikan,” kata Judha Nuhraha.

Upaya tersebut kat Judha, untuk memperjelas nasib para korban. Terutama memberikan kejelasan bagi keluarga korban.

Para ABK dikabarkan hilang setelah menggelar acara perpisahan dengan teman mereka, Petrus Crisologus Tunabenani yang akan kembali ke Indonesia.

Orang tua Petrus di Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertanya terkait nasib anaknya. Selain Petrus, ABK lain asal NTT yang ikut hilang adalah Klaudius Ukat.

Ibu kandung Klaudius Ukat, Brigita Telik bersama ayah Petrus, Gabriel Ulu Tunabenani bahkan menyurati Paus Fransiskus. Surat tersebut sebagai upaya meminta bantuan kepada Paus Fransiskus setelah tidak ada kejelasan nasib kedua anak mereka.(Joe)

Baca juga: Orangtua ABK Hilang di Perairan Mauritius Minta Bantuan Paus Fransiskus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *