• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Bibit 98S Bakal Jadi Badai Usai Paskah, Australia Namakan Siklon Tropis Ilsa

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bibit 98S Bakal Jadi Badai Usai Paskah, Australia Namakan Siklon Tropis Ilsa

Jalur yang dilalui Bibit Siklon Tropis 98S yang dibuat oleh BMKG pada Sabtu (8/4/2023). (Dok. BMKG)

0
SHARES
99
VIEWS

Kupang – The Bureau of Meteorology (BOM) atau Biro Meteorologi Australia telah memantau Bibit Siklon Tropis 98S di wilayah Indonesia yang bergerak dari Laut Arafura ke Laut Timor menuju teritori negeri kangguru itu. Dari pantauan pada 6 April 2023 juga sudah merilis prakiraan sistem 98S yang akan menjadi siklon tropis. Bibit ini diperkirakan menjadi siklon tropis usai Paskah atau pada Senin (10/4/2023) di lepas pantai barat laut Kimberley.

BOM juga diketahui telah menyediakan nama untuk siklon tropis ini yaitu “Ilsa”. Nama Ilsa ini sendiri sudah ada dalam daftar penamaan bagi sistem yang akan menjadi siklon tropis berikutnya di wilayah Australia.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Menurut BOM, prakiraan terjadinya badai tropis yang parah ini adalah di sepanjang Pantai Pilbara atau pantai barat daya Kimberley. Dampaknya adalah hujan deras dan angin yang sangat merusak yang diperkirakan terjadi di dekat sistem tersebut mulai minggu depan.

Aktivitas badai petir juga disebut BOM akan meningkat di wilayah Kimberley utara mulai hari Minggu (9/4/2023) atau saat Paskah, terutama pada sore dan malam hari.

Melansir situs resminya, media.bom.gov.au, BOM juga telah memperkirakan sistem 98S akan bergerak dari Laut Arafura dan mencapai Laut Timor pada akhir pekan ini atau Sabtu (8/4/2023). Sistem ini disebut BOM kemungkinan akan terus bergerak ke arah barat daya wilayah Australia pada awal minggu depan sampai berada di lepas pantai dari Pantai Pilbara hingga 11 April mendatang.

Sebelumnya Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto, mengatakan bibit ini terpantau bergerak dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 30 knot atau 56 km/jam.

“Saat ini sistem 98S berada di sekitar Laut Timor sebelah barat daya Saumlaki tepatnya di 9.8° Lintang Selatan (LS) dan 129.7° Bujur Timur (BT), ” kata Guswanto dalam keterangannya Sabtu 8 April 2023.

Ia menyebut sistem ini berada di area tanggungjawab Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta. Sedangkan potensinya untuk menjadi siklon tropis sendiri sangat tinggi tetapi akan menjadi tanggung jawab TCWC Australia dalam satu atau dua hari selanjutnya. (Putra Bali Mula)

Tags: #Australia#Badai#Siklon#TropisLaut Timor
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati