Bulog NTT Salurkan 11.460 Ton Beras Fortivit Cegah Stunting di TTS

Perum Bulog KanWil Nusa Tenggara Timur (NTT) bekerjasama dengan BKKBN NTT menyalurkan 11.460 ton beras fortivit untuk mencegah stunting di TTS

Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Asmal saat menyerahkan secara simbolis bantuan beras fortivit bagi anak penderita stunting di TTS (ist)

Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Asmal saat menyerahkan secara simbolis bantuan beras fortivit bagi anak penderita stunting di TTS (ist)

Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara  Timur (NTT) bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTT menyalurkan 11.460 ton beras fortivit untuk mencegah stunting di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Bantuan beras tersebut akan diberikan kepada 191 anak di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan.

“Jadi nantinya masing-masing anak per bulan dapat 10 kilogram. Sehingga jika ada dua orang anak dalam satu keluarga maka sebulan dapat 20 kilogram,” kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT, Asmal dikutip dari ANTARA, Jumat (11/2/2022).

Asmal menjelaskan, Bulog sebagai BUMN di bidang pangan memberikan perhatian kepada masyarakat khususnya peningkatan gizi, melalui program Bulog peduli gizi. Beras fortivit yang diberikan bagi anak penderita stunting berlangsung selama enam bulan dengan pemantauan petugas guna memastikan beras bergizi itu bermanfaat bagi anak-anak.

Beras fortivit mengandung mikronutrien seperti vitamin A, B1, B3, B6, B12, asam folat, zat besi dan seng (Zn). Beras ini mengandung sedikit karbohidrat sehingga diklaim cocok dikonsumsi untuk pola gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Asmal menybut beras fortivit akan membantu perbaikan gizi anak penderita stunting jika dikonsumsi dengan baik sehingga dapat mencegah kasus kekerdilan.

“Beras ini mengandung mineral khusus untuk mencegah stunting. Itu dimasukkan saat proses packing beras. Mama-mama bisa buat bubur juga buat anak-anaknya sehingga gizinya bertambah,” tambah dia.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun menyebut, angka stunting di TTS menurun 31 persen selama empat tahu terkahir. Klaim tersebut didasarkan pada pengukuran yang dilakukan maraton beberapa hari terakhir merespon informasi kunjungan Presiden Joko Widodo.

“Jika dilihat berdasarkan data yang sudah kami peroleh yang dilakukan staf-staf kami sampai dengan Jumat (11/2) hari ini, angka stunting di kabupaten TTS turun hingga 31 persen atau sekitar 11.616 angka stunting di daerah ini,” kata Egusem.

Angka stunting tertinggi sejak 2018-2021 itu tercatat pada tahun 2020 yakni sebanyak 16.904 penderita dari total 36 ribu anak yang jadi diperiksa. Egusem mengatakan, pada tahu 2018, angka stunting di daerah itu sebanyak 15.139 anak. Jumlah itu terhitung setelah dilakukan pemeriksaan bagi 28.548 anak.

Tahun 2019, pemeriksaan dilakukan terhadap 29.063 orang anak. Hasilnya didapatkan 13,969 anak menderita stunting.

“Lalu selama tahun 2020, naik lagi menjadi 16.904 anak karena jumlah sasaran yang diambil juga banyak, yakni menjadi kurang lebih 36 ribu sasaran. Tetapi kalau berdasarkan tren justru mengalami penurunan walaupun jumlah anak yang lahir semakin bertambah,” tambah dia.

Egusem menambahkan, pada tahun 2021 anak stunting di daerah itu sebanyak 13.123 dari total anak yang diukur sebanyak 40.937 anak.

“Per hari ini jika diprosentasekan turun 31 persen dari tahun kemarin yang mencapai 32,1 persen. Tetapi saya yakin akan turun hingga 30 persen tahun ini,” ujar dia.

Penuruna angka stunting itu diakui merupakan kerjasama yang baik dari banyak pihak dalam perbaikan masalah air minum, kesehatan dan makanan bergizi. Egusem mengapresiasi upaya Bulog NTT dan BKKBN yang membantu penanganan stunting di TTS.

Saat ini TTS merupakan Kabupaten dengan kasus  stunting tertinggi kedua di Indonesia. Egusem berharap dengan semua kepedulian tersebut mampu menekan prevalensi stunting hingga 0 persen.

“Kita berharap agar pemberian beras ini tidak untuk satu desa saja, tetapi kalau bisa di beberapa desa lainnya di Kabupaten TTS, ” tambah dia. (ANTARA/K-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *