Capaian Vaksinasi di Kota Kupang Belum Signifikan

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore saat divaksin di RS SK-Lerik. (Fa)

Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore saat divaksin di RS SK-Lerik. (Fa)

Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan, selalu memakai masker, manjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Kesadaran warga dalam menjalankan protokol kesehatan tentu menjadi salah satu kunci penangana sekaligus memutus rantai penyebarnnya,” kata Hermanus, Selasa, 13 Juli 2021.

Kasus Covid-19 di Kota Kupang terus melonjak. Angka kasus Covid-19 di Kota Kupang mencapai 8.292 kasus pada akhir pekan lalu. Itu berarti dalam pekan ini, kasusnya melonjak sebanyak 559 kasus, dari 7. 733 pada Sabtu (3/7).

Dari 8.292 kasus, 1.021 pasien masih dirawat dan yang sembuh sebanyak 7.073. Jumlah kasus ini tersebar di semua kecamatan Kota Kupang, Alak (162), Kelapa Lima (124), Kota Lama (72), Kota Raja (149), Maulafa (224), Oebobo (290).

Sementara jumlah kematian mencapai 250 orang, antara lain, suspek 14 orang, probable 38, konfirmasi 198 orang.

Dia juga mengimbau warga mendatangi fasilitas kesehatan untuk menerima vaksin. Puskesmas membuka pelayanan vaksin gratis setiap hari.

Hermanus juga mengimbau kepada para lurah untuk meningkatkan edukasi tentang manfaat vaksinasi dan menganjurkan pada semua warga untuk memperoleh vaksinasi. Edukasi tentang protokol kesehatan juga perlu terus dilakukan secara masif, termasuk menaati Surat Edaran Wali Kota Kupang tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakata atay PPKM mikro terbaru.

Pemerintah Kota Kupang juga mengusulkan penambahan 15.000 vial vaksin ke Pemerintah Pusat. Kadis Dinas Kesehatan, Retnowati menyebutkan pihaknya telah mengusulkan 15 ribu vaksin jenis AstraZeneca yang sedang diuji di balai POM. Rencananya, vaksi itu akan didistribusikan ke daerah-daerah termasuk Kota Kupang.

Retnowati mengatakan, perintah Wali Kota Kupang untuk mempercepat vaksinasi telah diikuti dan akan dikebut setelah tibanya vaksin ke dinas Kesehatan.

Untuk mendapat vaksin harus diusulkan ke pemerintah Provinsi atau ke Pemerintah Pusat, sehingga masyarakat diminta bersabar untuk divaksin tahap ke dua.

Capaian vaksinasi di Kota Kupang belum naik sifnifikan karena adanya penambahan jumlah sasaran. Penambahan sasaran vaksinasi itu, menurut Retnowati, berasal dari kelompok rentan, remaja dan umum, dari sebelummya pada tenaga kesehatan, SDM di tenaga kesehatan, Tenaga Pelayanan Publik dan Lansia. 

Total cakupan vaksinasi hingga 9 Juli 2021, untuk dosis I baru mencapai 33,88 persen dan dosis 2 baru mencapai 15,32 persen.

“Namun kalau dilihat dari pencapaian penyerapan vaksin di Kota Kupang sudah mencapai 99 persen. Dari 164.254 dosis yang diterima, sudah 162.611 dosis yang terpakai,” jelas Retnowati.

Dinas Kesehatan sejak Januari 2021 telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi Covid-19. Antara lain, melakukan gerakan vaksinasi secara mobile, melaksanakan vaksinasi massal, dan vaksinasi di instansi pemerintah maupun swasta (bank, dealer, mal).

Dinkes Kota Kupang juga telah menyebarkan informasi jadwal pelayanan vaksinasi lewat media sosial serta mengintensifkan kegiatan penyuluhan keliling.

Permintan Oksigen Meningkat

Direktur CV Kawan Kita, Roby Lukito, sebagai penyedia kebutuhan oksigen di Kota Kupang mengatakan, permintaan oksigen mulai meningkat di tengah tingginya kasus penyebaran Covid-19.

“Kita tidak punya data rincian resmi, tapi permintaan mulai meningkat,” katanya.

Namun demkian, Roby memastikan perusahannya masih mampu memenuhi kebutuhan oksigen yang dipesan pihak rumah sakit atau warga yang membeli secara individu. Robi mengaku permintaan yang masih bisa dipenuhi ini harus selaras dengan kepatuhan masyarakat dalam mencegah Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Ini juga tergantung masyarakat, kalau kita semua taat prokes permintaan terpenuhi tapi kalau tidak pasti akan melonjak,” ujar Robi.

Rumah sakit di Kota Kupang, kata Robi, paling banyak mengorder pasokan oksigen dari perusahannya. Bahkan beberapa rumah sakit dari luar Kota Kupang seperti di Timor Tengah Utara (TTU) juga mendapat pasokan oksigen dari perusahaannya.

Untuk wilayah TTS, Malaka dan Belu telah memiliki mesin oksigen sendiri sehingga kebutuhan oksigen di wilayah setempat bisa mencukupi.

Di CV. Kawan Kita, dalam sehari bisa memproduksi 200 tabung oksigen dan akan habis dibeli dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Dalam sehari, menurutnya, rata-rata 100 tabung oksigen akan dibeli pihak rumah sakit.

Robi menerangkan, pihak rumah sakit atau masyarakat yang memiliki tabung dan melakukan pengisian akan dikenakan biaya 150 ribu untuk tabung ukuran besar. Tetapi kalau pihak perusahcan juga menyiapkan tabung, maka akan dikenakan biaya hingga Rp 1.250.000.

“Ini untuk jaminan tabung. Kalau ada kerusakan di tabung itu biayanya ditanggung pembeli,” sebutnya.

Untuk tabung ukuran kecil, dipatok harga dalam sekali isi akan dikenakan biaya 75 ribu. Khusus tabung kecil, perusahaan ini tidak menyediakan pengisian oksigen. (EL/Rita Hasugian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *