Direksi Bank NTT Bungkam Soal Video Pejabat Berjoget di Semau

Suasana-berjoged-di-acara-Pengukuhan-Tim-Percepatan-Akses-Keuangan-Daerah-di-Desa-Otan-Pulau-Semau-Kabupaten-Kupang-Jumat-27-Agustus-2021.-foto-tangkapan-layar-video-yang-beredar

Suasana-berjoged-di-acara-Pengukuhan-Tim-Percepatan-Akses-Keuangan-Daerah-di-Desa-Otan-Pulau-Semau-Kabupaten-Kupang-Jumat-27-Agustus-2021.-foto-tangkapan-layar-video-yang-beredar

Direksi Bank NTT bungkam menanggapi kecaman masyarakat atas ulah para pejabat NTT di Pantai Otan, Pulau Semau, Kabupaten Kupang yang berkerumun dan berjoget diiringi musik dan lagu pada Jumat lalu.

Para pejabat NTT menghadiri acara Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Dearah yang digelar Bank NTT bersama Pemerintah Provinsi pada Jumat, 27 Agustus 2021.

Dalam beberapa video viral yang beredar di media sosial menampilkan pejabat NTT tidak menggunakan masker. Ada yang ikut berjoget dan bernyanyi dalam pesta usai pengukuhan TPAKD NTT oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.

Direktur Umum Bank NTT, Yohanis Landu Praing, saat ditemui di Kantor Bank NTT Pusat menolak berkomentar mengenai kecaman masyarakat. Ia menyebut panitia acara yang bertanggung jawab terkait hal itu. Praing mengaku tidak menghadiri acara pengukuhan tersebut.

“Tanyakan ke panitia, itu saya kurang tahu. Saya tidak hadir kemarin,” ujarnya berkelit saat hendak masuk ke lobi, Senin, 30 Agustus 2021.

Begitu pula dengan Direktur Utama Bank NTT, Alex Riwu Kaho. Alex belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi di hari yang sama. Satuan pengamanan di kantornya menyebut Alex sedang dalam rapat sehingga tidak ada kesempatan untuk diwawancarai.

Video viral yang beredar mengenai dugaan pelanggaran protokol kesehatan pejabat NTT saat acara pengukuhan TPAKD telah mendapat perhatian dari Polda NTT.

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Rishian Krisna Budhiaswanto pada Senin, 30 Agustus 2021 mengatakan, Kapolda NTT Irjen Lotharia Latif, telah membentuk tim khusus untuk berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 terkait kejadian ini.

“Hari ini tim tersebut bergerak untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19,” tanggapnya.

Tim ini akan mengumpulkan data dan informasi yang lebih akurat mengenai kumpulan massa dan dugaan pelanggaran prokes para pejabat NTT saat pesta di Pulau Semau.

Hasil dari koordinasi dengan Tim Satgas COVID-19 ini akan disampaikan setelahnya.

“Kita tunggu hasilnya dari tim yang sudah diperintahkan Bapak Kapolda ini untuk langkah-langkah yang bisa diambil selanjutnya,” lanjut dia.

Dalam undangan acara Pengukuhan TPAKD yang ditandatangani Benediktus Polo Maing sebagai Sekretaris Daerah Provinsi NTT mewakili Gubernur, memuat susunan acara.

Surat tidak mencantumkan kewajiban semua peserta mematuhi prokes.

Undangan bernomor PP5/SDB/PAP1.2 tanggal 20 Agustus 2021, hanya memuat hari, tanggal, lokasi acara. Undangan itu juga mewajibkan peserta memakai sarun tenun ikat motif daerah NTT.

Dalam susunan acara memuat 11 kegiatan dalam pengukuhan TPAKD. Urutan 11 adalah Entertain dan Dinner. Diduga video para pejabat NTT berkerumun tanpa masker dan berjoget terjadi di saat sesi entertain dan dinner di sore hari. (Ra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *