• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Erupsi Kembali Terjadi di Puncak Gunung Ile Lewotolok

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT pada Rabu 22 Maret 2023. (Dok PVMBG)

Aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT pada Rabu 22 Maret 2023. (Dok PVMBG)

0
SHARES
44
VIEWS

Kupang – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) melalui pos pemantau Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), melaporkan erupsi di puncak gunung tersebut kembali terjadi.

“Erupsi Gunung Lewotolok kembali terjadi dengan ketinggian erupsi mencapai kurang lebih 750 meter,” kata Kepala Pos Pemantau Gunung Ile Lewotolok, Stanis Arakian, dalam laporanya yang diterima di Kupang, Senin, (27/3/2023).

BacaJuga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

17 Agustus 2026
Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026

Dia mengatakan ketinggian kolom abu fluktuatif tingginya setelah sebelumnya kisaran ketinggian kolom abu erupsi berkisar dari 500 meter, 700 meter, dan kali ini 750 meter.

Dari hasil pemantauan gunung tersebut, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut.

“Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 13,1 mm dan durasi kurang lebih 32 detik,” tambah dia.

Lebih lanjut, kata dia, saat ini Gunung Ile Lewotolok berada pada status level II atau Waspada setelah sebelumnya berada pada status level III atau Siaga.

Baca : Gunung Ile Lewotolok Lontarkan Lava Pijar, Tiga Desa Diminta Waspada

Karena itu pihaknya merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok baik pengunjung, pendaki, maupun wisatawan, tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua km dari puncak gunung.

Disamping itu masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona, kata dia,  agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak kawah gunung itu.

Gunung Ile Lewotolok, seperti ditulis Antara, pernah erupsi pada November 2020 dengan ketinggian abu mencapai 4.000 meter yang mengakibatkan tiga desa yang berada di kaki gunung tersebut diungsikan ke Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Erupsi dengan ketinggian 4.000 meter di puncak gunung itu, mengeluarkan material longsor dan juga abu yang mengganggu pernapasan warga di sekitar kaki gunung dan juga warga di desa lainnya.

Penerbangan dari Kupang ke Lembata dan Kupang Larantuka terpaksa dihentikan karena abu vulkanik terbang hingga ke Kota Larantuka yang jaraknya sangat jauh. [K-02]

Tags: #Erupsi#Lembata#Lewotolok#Vulkanologi
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

by Rita Hasugian
17 Agustus 2026
0

KatongNTT- Gempa susulan masih mengguncang Pulau Flores hingga hari ini. Fransiska Heldiana Juita, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada...

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati