Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan perusahaan asal China, Guangdong Evergreen Group, dalam membangun budidaya udang terintegrasi (integrated shrimp farming). Pengembangan udang skala besar di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk salah satu aktivitas yang bakal diaktifkan lagi.
Informasi yang dihimpun KatongNTT.com, Jumat (8/12/2023), menyebutkan Memorandum of Understanding (MoU) sudah ditandatangani antara Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budi Daya Karawang yang merupakan unit pelaksana teknis Ditjen Perikanan Budi Daya KKP dengan Evergreen Group di kantor pusat Evergreen Zhanjiang, China.
Baca : Malaysia dan Singapura Lirik NTB, Minat Investor Udang ke NTT Masih Minim
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan kerja sama ini untuk meningkatkan produksi nasional sekaligus memperluas jangkauan pasar udang dari Indonesia. Selain itu, implementasi program ekonomi biru berupa pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan.
“Peluang pasar seafood global begitu besar, Indonesia dan China dapat menjadi champion di kawasan, khususnya pada industri udang,” ungkap Trenggono, dalam keterangan tertulisnya.
Baca : KKP Perlu Perjelas Sumber Dana Investasi Udang Rp 7,5 Triliun di Sumba Timur
Adapun cakupan kerja sama di antaranya transfer teknologi, keterampilan dan pengetahuan berbasis budidaya udang terintegrasi; pengembangan kualitas sumber daya manusia; hingga promosi dan investasi pengembangan budidaya udang terintegrasi.
Pada tahap awal, kerja sama pembangunan budidaya udang terintegrasi akan dilakukan di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Pembangunannya mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan, serta mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal.
Baca: Akhir 2023, Realisasi Gaji PPPK di NTT Baru 16 Persen
“Pembangunan budidaya udang terintegrasi wujud kesiapan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan produk perikanan, khususnya udang. Diperkirakan kebutuhan produk perikanan meningkat dua kali lipat dari US$ 338,47 miliar pada tahun 2022 menjadi US$ 730,28 miliar pada tahun 2030,” kata Trenggono.
Dirjen Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu memastikan sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah mengenai rencana pembangunan budidaya udang terintegrasi di Sumba Timur. Lahan seluas 1.800 hektare telah disiapkan.
Baca : Butuh 5.000 Karyawan, Jokowi Sebut Desain Tambak Udang Sumba Timur Selesai
“Yang pasti ini peluang pengembangan setelah sebelumnya KKP membangun modeling tambak udang di Kebumen, Jawa Tengah. Dan di sini, tugas kami salah satunya menyiapkan sarana dan prasarana pengembangan budidaya udang terintegrasi ini,” pungkasnya.
Dikatakan, proyek ini akan memberikan prioritas pada penyerapan tenaga kerja lokal dan mendukung pertumbuhan ekonomi setempat. [Anto]




