Kupang – Gempa bumi berkekuatan skala 7.4 terjadi di selatan Turki, Provinsi Kahramanmaras, Gaziantep, dan Osmaniye. Gempa bumi terjadi pada Senin, 6 Februari 2023 subuh waktu setempat.
Pusat gempa di provinsi Kahramanmaras, kurang lebih 600 km sebelah tenggara ibu kota Turki, Ankara. Kemudian terjadi dua kali gempa susulan, 6,4 dan 6,5 di Provinsi Gaziantep kurang lebih 700 km sebelah tenggara Ankara. Ini merupakan gempa terparah di Turki sejak 100 tahun lalu.
Hingga berita ini terbit, dilaporkan korban jiwa mencapai 1.498 orang, dan 7.600 warga terluka. Serta sejumlah bangunan runtuh dan rusak berat, akibat gempa tersebut.
Baca juga: 3.982 Gempa Menerjang NTT Selama 2022
Wilayah utama yang mengalami gempa di wilayah Tenggara Turki yang berdekatan dengan perbatasan Suriah. Meliputi 11 daerah yaitu Adana, Adıyaman, Kahramanmaraş, Gaziantep, Diyarbakır, Hatay, Kilis, Şanliurfa, Malatya, Osmaniye, Elazig, Elbistan. Di wilayah tersebut, terdapat sekitar 500 orang tinggal di area gempa dan sekitarnya. Dari sekitar 6.500 WNI yang tinggal di seluruh Turki.
Sebagian besar berstatus pelajar dan mahasiswa. Sebagian lainnya adalah WNI yang menikah dengan warga setempat serta pekerja di organisasi internasional.
Dari 6.500 WNI yang tercatat di Turki, hampir 90 persen tinggal di kawasan Marmaris (Istanbul, Bursa, Kocaeli, Canakkal, Kirklareli), Anatolia Tengah (Ankara, Syakarya, Karabuk, Kastamonu, Zonguldak, Samsun, Barten, Afyon, Kutahya, Eskisehir) dan Agean (Isparta, Antalya, Izmir, Bodrum, Mugla).
WNI di daerah-daerah ini tidak terkena dampak gempa dan semuanya dalam keadaan aman. Khusus untuk daerah Kayseri, gempa terasa di kota Kayseri namun kondisi aman dan tidak ada korban maupun bangunan runtuh.
Baca juga: Basarnas Gelar Pelatihan Berskala Internasional untuk Penanganan Gempa
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara telah berkoordinasi dengan otoritas lokal di daerah tersebut, Satgas Perlindungan WNI dan PPI di sekitar lokasi. Memastikan tak ada WNI yang menjadi korban dari peristiwa ini.
Sejauh ini terdata tiga orang WNI mengalami luka, 1 orang di Kahramanmaras dan 2 orang Hatay, dan saat ini sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat.
“Prioritas saat ini adalah penyelamatan korban yang terjebak di reruntuhan dan bantuan darurat masyarakat terdampak. Mengingat kerusakan yang sangat subtansial, diperkirakan jumlah korban jiwa akan terus bertambah,” kata Menteri Dalam Negeri, Suleyman Soylu.
KBRI Ankara menyebut, bagi mereka yang memiliki keluarga/kerabat/teman di Turki yang berada di luar 11 kota yang terkena dampak langsung tersebut, tidak perlu khawatir. Serta tidak disarankan untuk menghubungi hotline KBRI Ankara sehingga akan memberikan kesempatan kepada hotline untuk fokus menanganai WNI yang terdampak langsung. Hotline KBRI Ankara +90 532 135 22 98. *****




