Kupang – Setelah 2 kali gagal meraih kursi presiden dari Joko Widodo (Jokowi), kali ini Prabowo Subianto maju menggandeng Gibran Rakabuming Raka, putra sulung dari rivalnya dalam pilpres 2014 dan 2019.
Ketua Umum Gerinda ini pun telah secara resmi menyatakan maju sebagai calon presiden (capres) didampingi Wali Kota Solo termuda itu sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Baca juga: Prabowo Umumkan Cawapres Tanpa Kehadiran Gibran
Pernyataan soal Gibran menjadi cawapres dilakukan Prabowo di rumahnya di Jalan Kartanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu 22 Oktober 2023.
Pasangan capres-cawapres ini pun didukung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PBB, Partai Gelora, Partai Prima dan Partai Garuda. Para ketua umum partai ini pun hadir saat itu.
Baca juga : Impor, Hari Pangan Sedunia, dan Mahkamah Konstitusi
Malah saat itu Gibran yang tak nampak namun Prabowo tak memberi alasan tegas mengenai ketidakhadiran putra pertama Jokowi yang baru menjabat Wali Kota Solo pada 2021 itu.
“Kita telah berembuk secara final, secara konsensus, seluruhnya sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai presiden KIM, untuk 2024-2029, dan saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres dari KIM,” sebut Prabowo mengutip CNN Indonesia.
Probowo sendiri tercatat maju dalam pilpres sebanyak 4 kali baik sebagai capres maupun cawapres dan 2 di antaranya ia head to head dengan Jokowi namun kalah.
Baca juga : Rekam Jejak Anies – Muhaimin dalam Sejumlah Kasus
Mengutip catatan Tempo, Prabowo lantas membuat langkah mengejutkan saat masuk ke dalam kabinet Jokowi sebagai Menteri Pertahanan pasca kekalahannya.
Keputusan itu ia ambil usai pilpres 2019 yang saat itu berbuntut pada meledaknya aksi kerusuhan menolak kemenangan Jokowi dan berbagai ujaran kebencian di media sosial.
Mantan perwira Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD ini pada 2004 lalu memang juga pernah mencalonkan diri sebagai bakal capres Indonesia dari Partai Golkar. Namun ia kalah saat konvensi Capres Golkar tahun 2004.
Baca juga : Profil dan Rekam Jejak Ganjar – Mahfud
Prabowo kemudian membangun Partai Gerindra pada 2008 dan maju sebagai cawapresnya Megawati Soekarnoputri pada 2009. Ambisi awal Prabowo sebenarnya adalah maju sebagai capres namun diurungkannya atas berbagai pertimbangan.
Namun berpasangan dengan Megawati pun tak memenangkan keduanya dalam pemilihan dan terpaksa ia menerima kekalahan dari Susilo Bambang Yudhoyono.
Baca juga : Tunjuk Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar, Megawati Punya 4 Alasan
Pada pencalonannya yang ketiga yakni pilpres 2014, ia berhadapan dengan Joko Widodo yang kala itu baru 2 tahun menjabat Gubernur DKI Jakarta setelah sukses memimpin Solo.
Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa harus merasakan kekalahan pertamanya dari Jokowi yang didampingi Jusuf Kalla dalam pilpres saat itu.
Pertarungan kedua Prabowo versus Jokowi yakni pada pilpres 2019 dan kekalahannya terulang. Prabowo Subianto – Sandiaga Uno tak menang banyak suara dari Jokowi – Ma’aruf Amin.
Baca juga : Radar Buraen Segera Diperbarui, Beroperasi Sejak Tahun 80-an
Jokowi kemudian menarik Prabowo dan Sandiaga Uno masuk ke dalam kabinet. Keduanya pun bersedia, Prabowo menjadi Menteri Pertahanan dan Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Rivalitas dan perselisihan antara keduanya maupun para pendukung kala itu mulai mereda seiring mereka menjalankan tugas sebagai menteri Presiden Jokowi. ****


