• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

Mariance Kabu, PMI yang Disiksa di Malaysia Surati Jokowi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kondisi Mariance Kabu saat dirawat di Rumah Sakit pada Desember 2014 (TEMPO/Masrur Dimyathi)

Kondisi Mariance Kabu saat dirawat di Rumah Sakit pada Desember 2014 (TEMPO/Masrur Dimyathi)

0
SHARES
549
VIEWS

Kupang – Setelah 7 tahun berlalu, Mariance Kabu, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Timur (NTT) menyurati Presiden RI, Joko Widodo. Mariance adalah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TTPO) yang diberangkat ke Malaysia pada tahun 2014 dan mendapatkan penyiksaan yang kejam dari majikannya.

Ia menyurati Jokowi meminta atensi orang nomor satu Indonesia itu terhadap permasalahannya. Surat tulisan tangan Mariance itu dilihat oleh KatongNTT di Kupang, Senin (6/6/2022).

BacaJuga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

8 Januari 2026
Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

27 Desember 2025

Dalam surat tersebut, ia meminta Presiden memberikan perhatian khusus terhadap proses hukum bagi majikan yang telah menyiksanya di Malaysia. Ia menuliskan, penyiksaan itu mengakibatkan dirinya mengalami cacat dan sulit mencari pekerjaan sekarang.

Mariance, warga asal Kabupaten Timor Tengah Selatan itu direkrut bersama saudara iparnya Jeni Silla oleh kerabat dari Jeni. Kerabat Jeni bernama Asnat Tafuli itu mengatakan Mariance dan Jeni harus pergi ke Malaysia sebab perintah itu ia peroleh melalui doa.

Dengan berbagai janji manis, Mariance dan Jeni diberangkatkan ke Kupang dan pada 11 April 2014, semua mereka terbang ke Surabaya untuk selanjutnya ke Batam dan Malaysia.

Dari Kupang, mereka tidak diizinkan untuk menggunakan telepon seluler. Dan selama bekerja, ia tidak diizinkan berkomunikasi dengan siapapun.

Penyiksaan luar biasa dialami Mariance selama delapan bulan bekerja di Malaysia. Kekerasan fisik, psikis, dan seksual dialami oleh Marience. Majikannya yang bernama Sereng Ong itu tidak memberikan gajinya selama bekerja.

Ia hanya beristirahat satu jam setiap malam. Kadang ia tidak bisa tidur karena takut bangun kesiangan dan disiksa oleh sang majikan. Padahal semula dia diberi waktu istirahat dari pukul 10 malam hingga jam 5 subuh.

Kekerasan bertubi-tubi itu mengakibatkan tulang hidung Mariance patah, penglihatannya kabur dan harus mengenakan kacamata. Telinganya pun mengalami luka dan berdarah. Empat giginya dicabut menggunakan tang. Begitu pula lidah dan payudaranya dijepit hingga berdarah menggunakan tang.

Setelah diselamatkan oleh aparat kepolisian, dia dirawat selama 9 hari di rumah sakit. KBRI Kuala Lumpur memperjuangkan gajinya hingga dibayar utuh untuk dua tahun.

Namun penyiksaan itu meninggalkan luka dan trauma dalam batin Mariance. Dalam surat kepada Presiden Jokowi, Mariance mengatakan anak-anaknya sedih saat ia pulang dengan kondisi tubuh penuh luka.

“Bapak Jokowi saya mohon tuntaskan kasus saya dengan baik agar anak-anak saya tidak sedih lagi,” tulis Mariance Kabu dalam suratnya.(Joe)

Baca juga: 2 Jenazah PMI Asal Ende Tertahan 3 Hari Dalam KM Sirimau

Tags: #Jokowi#Malaysia#mariancekabu#pmidisiksa#pmintt#presidenjokowidodo
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

by Rita Hasugian
8 Januari 2026
0

Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara...

Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

by Rita Hasugian
27 Desember 2025
0

Kupang – Marselinus Seke menahan rasa sakit pada kedua kakinya yang bengkak setiap kali melangkah. Kulit kakinya melepuh,  mengeluarkan cairan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati