2 Jenazah PMI Asal Ende Tertahan 3 Hari Dalam KM Sirimau

Jenazah PMI asal Ende diterima Kepala UPT. BP2MI Kupang di Larantuka (Dok. UPT. BP2MI Kupang)

Jenazah PMI asal Ende diterima Kepala UPT. BP2MI Kupang di Larantuka (Dok. UPT. BP2MI Kupang)

Kupang – Dua jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) tertahan selama 3 hari dalam KM Sirimau yang kandas. Kedua jenazah itu di terima di Kupang pada tanggal 14 Mei 2022 dan diberangkatkan ke kampung halamannya bersama KM Sirimau Selasa, 17 Mei 2022.

Rencananya kedua jenazah akan diterima pihak P4TKI Maumere kemarin untuk diberangkatkan ke kampung halaman mereka di Desa Ndorurea, Kecamatan Nangapanda. Namun dalam perjalanan kapal yang membawa kedua jenazah bersama 784 penumpang dan 55 awak kapal itu kandas di perairan Ile Ape, Kabupaten Lembata.

Dua jenazah itu, Marselinus Seto dan Benedic M Boro merupakan PMI Nonprosedural yang meninggal di Malaysia. Benedic meninggal pada 7 Mei, sementara Marselinus meninggal keesokannya.

Keduanya diberangkatkan dari Kuala Lumpur pada 13 Mei lalu dan diterima oleh UPT. BP2MI Kupang di Kupang esoknya.

Baca juga: Duka Bertubi PMI NTT, Ibu Meninggal di Malaysia, Anak Bunuh Diri

Jenazah keduanya yang tertahan dalam kapal kemudian dievakuasi menggunakan perahu motor menuju Lewoleba. Plh. Subkoordinator Perlindungan dan pemberdayaan pada UPT. BP2MI Kupang, Suratmi Hamida yang dihubungi dari Kupang menjelaskan, kedua jenazah kemudian diberangkatkan ke Boleng menggunakan perahu motor.

Dari Boleng, jenazah diantar ke pelabuhan Tabilato menggunakan dua unit pick up yang selanjutnya diseberangkan ke Larantuka menggunakan kapal motor. Suratmi bersama Kepala UPT. BP2MI Kupang yang saat itu berada di Larantuka langsung menjemput jenazah untuk diberangkatkan ke kampung halaman mereka.

“Sampai Larantuka menggunakan ambulance rumah sakit Fernandes Larantuka ke Ende,” jelas Suratmi.

Ia menjelaskan, kedua jenazah sudah sudah dalam perjalan ke Ende dan dijadwalkan tiba malam ini.

“Kami kebetulan posisi di Larantuka jad langsung ambil alih proses penanganan dari Kapal Sirimau dan di pulangkan ke daerah asal di antar langsung oleh petugas P4TKI Maumere degan 2 ambulance,” jelas Suratmi.

Berdasarkan surat kematian yang dikeluarkan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur penyebab kematian Benedic belum jelas apa penyebabnya (pending laboratory investigations). Dalam dokumen tersebut juga dijelaskan, Rumah Sakit Sungai Buloh, Selangor telah melakukan otopsi terhadap jenazah Benedic.

Baca juga: PMI NTT Nonprosedural Terbanyak Meninggal di Malaysia

Kematian Marselinus diketahui disebabkan oleh cedera otak traumatis (severe traumatic brain injury). Jenazah Marselinus tidak dilakukan otopsi.

Data yang dihimpun KatongNTT dari UPT BP2MI Kupang, sampai 18 Mei 2022 sebanyak 41 jenazah PMI asal NTT yang meninggal di Malaysia. Dari jumlah tersebut, semua PMI yang meninggal berangkat melalui jalur Nonprosedural.[Joe]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *