• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

NTT Provinsi Termiskin Ketiga di Indonesia

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
NTT Provinsi Termiskin Ketiga di Indonesia (Joe-KatongNTT)

NTT Provinsi Termiskin Ketiga di Indonesia (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
390
VIEWS

Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk daftar 3 besar daerah termiskin di Indonesia. Presentase penduduk miskin di NTT pada Maret 2022 sebesar 20,05 persen.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (15/7/2022), NTT hanya berada di bawah Provinsi Papua dan Papua Barat sebagai daerah termiskin. Presentase kemiskinan di Provinsi Papua 26,56 persen diikuti Papua Barat 21, 33 persen.

BacaJuga

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

2 Juli 2026
Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026

Jumlah penduduk miskin berada di atas 1 juta orang tepatnya 1.131.062 orang. Angka ini menurun 14, 7 ribu dari September 2021. Bila dibandingkan Maret 2021 terjadi penurunan 37,7 ribu orang.

Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale menjelaskan penurunan angka kemiskinan di NTT pada Maret 2022 dipengaruhi beberapa faktor termasuk menurunnya angka Covid-19.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan I (Januari-Maret) 2022 meningkat 1,62 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2021. Pada triwulan I 2021, perekonomian NTT hanya bertumbuh 0,22 persen bila dibandingkan dengan triwulan I 2020.

Menurutnya, komponen utama pertumbuhan ekonomi di NTT dipengaruhi oleh menguatnya konsumsi rumah tangga yang meningkat 0,80 persen pada triwulan I 2022 dibandingkan periode yang sama ditahun 2021 yang terkontraksi sebesar 3,26 persen.

“Terjadi produksi padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada subround I (Januari-April) 2022 meningkat sebesar 63,05 ribu ton jika dibandingkan subround III tahun 2021,” jelas Matamira.

Selain itu, penurunan angka kemiskinan turut dipengaruhi oleh jumlah penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19 menurun 96,25 ribu orang pada Februari 2022 menjadi 211,79 ribu.

Fenomena lain yang turut berperan adalah tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK). TPAK di daerah perkotaan mengalami penurunan 3,19 persen pada Februari 2022 . Periode yang sama, TPAK di daerah Perdesaan mengalami peningkatan 1,03 persen menjadi 77,03 persen dibandingkan Agustus 2021.(Joe)

Baca juga : Wapres Soroti Air Bersih dan Stunting, 2025 Separuh Populasi Dunia Kesulitan Air

Tags: #kemiskinanntt#komsumsirumahtangga#nttprovinsitermiskin#ntturutantigatermiskin#Provinsintt
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
2 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati