• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Pelaku Jaringan Perdagangan Orang Kupang-Medan Bebas Berkeliaran

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Perempuan dan Anak
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Akun FB Evelin, pelaku jaringan perdagangan orang asal Adonara, Provinsi NTT, Katarina Kewa Tupen. (KatongNTT.com)

Akun FB Evelin, pelaku jaringan perdagangan orang asal Adonara, Provinsi NTT, Katarina Kewa Tupen. (KatongNTT.com)

0
SHARES
592
VIEWS

Kupang-Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) tidak memeriksa perempuan yang terlibat dalam perdagangan orang asal Adonara Timur, Katarina Kewa Tupen. Juga tidak ada penahanan.

Menurut Katarina kepada KatongNTT.com, 31 Maret 2022, perempuan yang menawarkan pekerjaan kepadanya melalui Facebook mengaku bernama Evelin, tinggal di Manulai 2, Kota Kupang.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

“Saya sudah cari tahu ke rekan-rekan kerja, termasuk ke Polres Kota Kupang, tidak ada nama itu, atau kasus seperti yang diberitakan (di media Katongntt.com-red),” kata Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto kepada KatongNTT di ruang kerjanya, Kamis sore, 31 Maret 2022.

Krisna tampak menghubungi beberapa rekan kerjanya untuk menanyakan kasus human trafficking warga Adonara Timur dan nama “Evelin”.

“Tidak ada nama itu,” ujarnya memastikan.

Sebelumnya, Katarina yang dihubungi KatongNTT.com menjelaskan, Evelin sempat menghubungi dirinya dua hari setelah penggrebekan kantor PT Mitra Asia Sehati di kawasan Tembung, Kota Medan. Ahmad Yani yang disapa “Bos” oleh Evelin bekerja di perusahaan itu.

Lusi Tampubolon, pemerhati perempuan, yang membantu pembebasan Katarina dari sekapan Ahmad Yani untuk dikirim ke Singapura, menjelaskan Ahmad Yani telah ditahan di Polsek Percut Sei Tuan.

Menurut Katarina, Evelin menelepon dirinya pada Kamis pagi, memberitahu dia di kantor polisi.

“Dia mohon maaf kepada saya. Tapi saya katakan, anda tidak ada urusan dengan saya. Kamu berurusan dengan polisi,” kata Karina.

KatongNTT.com mengirimkan pesan ke nomor Whatsapp Evelin. Nomor tersebut yang diberikan Evelin saat berkenalan dengan Katarina di Facebook pada pertengahan Maret 2022.

KatongNTT.com : selamat sore kak Evelyn?
Jawaban : Iya selamat sore. Ini siapa?

Pertanyaan selanjutnya tidak dijawab. Panggilan telepon ditolak. Hingga pagi ini, nomor tersebut masih aktif.

Wakil Kepala Polsek Percut Sei Tuan, AKP Karya yang dihubungi KatongNTT.com pada Jumat pagi, 1 April 2022, menjawab singkat: “Nnt sy cek bu.”

Karya membaca penjelasan KatongNTT.com tentang kelanjutan pemeriksaan Ahmad Yani, pria yang menjanjikan pekerjaan perawat jompo di Medan kepada Katarina. Namun setiba di kota Medan dari perjalanannya dengan pesawat rute Larantuka-Kupang-Surabaya-Jakarta-Medan, pria ini malah mau mengirim Katarina ke Singapura.

Katarina sendiri masih berada di Medan untuk proses penyembuhan kaki kanannya yang dipukul Ahmad Yani menggunakan kayu saat disekap. Pemukulan ini terjadi setelah ketahuan Katarina menelepon polisi. (Rita Hasugian)

Tags: #KatarinaKewaTupen#Perdaganganorang#poldantt#PTMitraAsiaSehati
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati