Pemerintah Sebut 25 WNI Meninggal di Detensi Imigrasi Sabah

Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural diberangkatkan dari PLBN Badau perbatasan RI-Malaysia wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, untuk diserahkan kepada Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Pontianak, Rabu (13/7/2022). ANTARA/Teofilusianto Timotius)

Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural diberangkatkan dari PLBN Badau perbatasan RI-Malaysia wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, untuk diserahkan kepada Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Pontianak, Rabu (13/7/2022). ANTARA/Teofilusianto Timotius)

Jakarta – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut 25 WNI meninggal di rumah detensi imigrasi wilayah Sabah, Malaysia. Sepanjang tahun 2021, ada 18 orang yang meninggal dunia. Kemudian 7 orang lainnya meninggal pada Januari – Juni 2022.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha menyampaikan hal tersebut pengarahan media secara daring, Kamis, (14/7/2022).

Menurutnya, Konjen RI di Kota Kinabalu dan Konsul RI Tawau sudah bertemu dengan Pengarah Imigresen Sabah, Malaysia. Data tentang jumlah WNI yang meninggal didapat saat pertemuan tersebut.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas tentang percepatan pemulangan lebih dari 200 WNI yang berada di detensi imigrasi wilayah Sabah. Pemulangan ini dilakukan setelah adanya laporan WNI yang meninggal di fasilitas tersebut.

“Informasi terakhir yang kami terima dari Konsulat RI di Tawau, akan ada proses pemulangan lebih dari 200 warga negara kita yang ada di detensi Sabah dari wilayah Tawau ke Nunukan. Insya Allah pada bulan ini sudah bisa kita lakukan,” kata Judha.

Baca juga: 32 Pekerja Migran asal NTT Tes PCR, 4 Orang Positif

Judha mengatakan, proses pemulangan tersebut segera dilakukan setelah jumlah deportan melebihi kapasitas tampung fasilitas tersebut.

“Karena kami mencatat memang banyak detensi di Malaysia mengalami overcrowded, maka percepatan pemulangan menjadi salah satu solusi,” ujar Judha.

Adapun soal meninggalnya 25 WNI sejak 2021, Judha menjelaskan, pihaknya sedang mempelajari data yang diterima.

“Kami telah mendapatkan data-data detail tersebut dan saat ini kita sedang pelajari, termasuk kita meminta pengacara kita yang ada di Tawau untuk mempelajari kasus-kasus tersebut dari sisi legal,” tutur Judha.

Sebelumnya, Tim Pencari Fakta Koalisi Buruh Migran Berdaulat mendapatkan informasi tertulis dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta pada 24 Juni 2022 bahwa jumlah WNI yang meninggal sejak Januari 2021 sampai Juni 2022 sebanyak 149 orang. Rinciannya, 101 orang meninggal selama 2021 dan 48 orang pada Januari sampai Juni 2022.

Dalam laporan yang dikeluarkan Juli 2022, Tim Pencari Fakta menjelaskan, angka jumlah korban jiwa direvisi oleh Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta 4 hari setelah memberikan informasi tertulis atau pada 28 Juni 2022 melalui laman Twitter dan Instagram mereka. Jumlah tersebut berubah menjadi 25 orang WNI meninggal setelah informasi awal tersebut ramai diberitakan.(ANTARA/Joe)

Baca juga: Tangis Haru Pecah di Rumah Orang Tua Adelina Sau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *