Pemerintah Targetkan 1 Juta Wirausaha untuk Jadi Negara Maju

Katarina Kedo Pa, pengrajin tenun ikat NTT sedang memulai proses pembuatan motif tenun di rumahnya di Kelurahan Belo, Kota Kupang, Sabtu, 23 April 2022, (KatongNTT.com)

Katarina Kedo Pa, pengrajin tenun ikat NTT sedang memulai proses pembuatan motif tenun di rumahnya di Kelurahan Belo, Kota Kupang, Sabtu, 23 April 2022, (KatongNTT.com)

Jakarta– Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan penambahan satu juta wirausaha baru guna meningkatkan rasio kewirausahaan di Tanah Air. Hal ini sebagai bagian dari upaya pemerintah menyiapkan Indonesia menjadi negara maju.

“Kita tahu semua lembaga-lembaga dunia memprediksi Indonesia di tahun 2045 menjadi empat besar (ekonomi dunia). Syarat-syarat untuk menjadi negara maju itu salah satunya menambah wirausaha,” katanya dalam konferensi pers pasca Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis, 12 Mei 2022.

Untuk menjadi negara maju, rasio kewirausahaan disebut perlu berada di kisaran 12=14 persen. Sedangkan saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia baru berada di angka 3,48 persen dan ditargetkan mencapai 3,95 persen pada tahun 2024.

Nantinya, kata Teten, penciptaan wirausaha di tingkat daerah ditargetkan 600 ribu dengan pendampingan dari pemerintah daerah dan dibawah pendampingan kementerian sebanyak 400 ribu.

Adapun beberapa pendekatan yang akan dilakukan untuk meningkatkan jumlah wirausaha ialah inkubasi bisnis dengan melakukan pendampaingan secara terus menerus kepada pelaku UMKM.

“Jadi bukan lagi pelatihan-pelatihan hit and run, sewaktu-waktu saja. Ini (pelaku UMKM)( harus dierami sampai menetas,” kata Teten menandaskan.

Pendekatan inkubasi diupayakan pula terhubung dengan pembiayaan seperti melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menetapkan 30 persen kredit bank diberikan untuk UMKM.

Selain pembiayaan, akses UMKM terhadap pasar turut didorong dengan aturan yang mewajibkan pemerintah membeli 40 persen produk UMKM.

Lebih lanjut, pihaknya juga bertekad meningkatkan peringkat Indonesia di Global Entrepreneurship Index (GEI) dari saat ini di posisi 75 menjadi 60 dari 137 negara.

Jika berhasil menaikkan peringkat di GEI, sebut Teten, maka investor akan lebih mudah untuk berinvestasi di Indonesia. Sehingga penanaman modal tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

“Nanti UMKM jadi aktraktif untuk investor,” ujar dia.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi Siti Azizah menambahkan bahwa masyarakat umum menjadi target dari ikhtiar pemerintah meningkatkan jumlah wirausaha.

“Jadi step-nya dari masyarakat umum menuju calon wirausaha, (lalu) naik tingkat menjadi wirausaha pemula dan bisa menjadi wirausaha mapan dan siap untuk ekspor,” ucapnya. (Antara).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *