• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Pengrajin Tenun Sumba Kehilangan Pembeli

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Seprianus-Umbu-Remi-Dawu-Penanggung-jawab-Rumah-Tenun-Atma-La-Kanatang-wadah-pengrajin-tenun-Sumba-Jumat-27-Agustus-2021(Al-KatongNTT.com)

Seprianus-Umbu-Remi-Dawu-Penanggung-jawab-Rumah-Tenun-Atma-La-Kanatang-wadah-pengrajin-tenun-Sumba-Jumat-27-Agustus-2021(Al-KatongNTT.com)

0
SHARES
218
VIEWS

Pengrajin tenun Sumba yang bernaung di bawah Rumah Tenun Atma La Kanatang kehilangan pembeli dipicu pandemi Covid-19. Mobilitas masyarakat menjadi lebih terbatas untuk datang membeli tenunan.

Upaya para pengrajin tenun Sumba untuk berjualan menggunakan media sosial belum cukup membantu.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Penanggung jawab Rumah Tenun Atma La Kanatang, Seprianus Umbu Remi Dawu, (32) menyampaikan hal ini pada Jumat, 27 Agustus 2021.

“Sebelum pandemi, banyak kain penenun yang sudah dipesan sebelum selesai ditenun, bahkan ada yang kasih uang muka. Tetapi sekarang kami tenun sampai selesai, tidak ada pembeli,” kata Seprianus.

Kain tenun Sumba yang disediakan oleh para penenun Atma La Kanatang ini berupa selempang, sarung dan kain dengan kualitas terbaik.

Semua kain tenun menggunakan 100 persen pewarna alam dan dijamin warna kainnya tidak luntur saat dicuci.

Proses pembuatan setiap lembar kain tenun Sumba membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Kalau kain dengan warna biru paling cepat enam bulan, sedangkan kain warna merah paling cepat satu tahun dua bulan baru jadi,” tuturnya.

” Karena harus dicelup warna biru dulu, baru diikat untuk warna merahnya lagi.”

Hal inilah yang membuat harga jual kain tenun Sumba di Rumah Tenun Atma La Kanatang menjadi lebih mahal dibandingkan di tempat lain di Provinsi NTT.

“Paling murah selempang kita jual dengan harga Rp 600 ribu, sedangkan kain merah itu ada yang kami jual dengan Rp 6 juta per lembar,” jelas Seprianus.

Mengenai akses pasar, Seprianus menuturkan PPKM level IV di Sumba membuat pembeli dari luar Sumba menjadi sepi.

“Biasanya pembelinya dari Jakarta, Medan, Surabaya dan kota lain di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Dengan pandemi dan PPKM ini, kami benar kehilangan pembeli,” ujarnya.

Seprianus menambahkan ,Rumah Tenun Atma La Kanatang mewadahi 294 pengrajin tenun Sumba di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Kanatang.

Setiap hasil tenun yang selesai dikerjakan dan belum terjual akan disimpan di rumah tenun untuk dipasarkan melalui sejumlah aplikasi media sosial.

“Kami jual melalui media sosial, tetapi masih cukup rendah jika dibandingkan dengan sebelum pandemi,” tutur Seprianus. (Al)

Tags: #KabupatenSumba#pandemicovid-19#RumahTenunAtmaLaKanatang#TenunSumba
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati