• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Perbankan Pertimbangkan Produk Kekayaan Intelektual Jadi Jaminan Kredit

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi Hak Kekayaan Intelektual (ivoox.id)

Ilustrasi Hak Kekayaan Intelektual (ivoox.id)

0
SHARES
26
VIEWS

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menjelaskan bahwa sertifikat kekayaan intelektual dapat dijaminkan di bank sebagai fidusia

Kupang-Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk atau BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya mempertimbangkan produk kekayaan intelektual menjadi jaminan kredit. Seperti konten YouTube, video hingga musik.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

“Kami mungkin akan mempertimbangkan tetapi sebagai jaminan tambahan. Bukan jaminan satu-satunya karena kita tahu yang namanya kredit bisa berbagai macam jaminannya,” kata Jahja seperti dikutip dari Antara, 27 Juli 2022.

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk perbankan agar menerima produk kekayaan intelektual sebagai jaminan kredit. Kebijakan itu beruap Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2022 tentang Ekonomi Kreatif.

Jahja mengaku pihaknya masih terus mempelajari aturan tersebut. Dan, mencari tahu praktik serupa ke beberapa lembaga dan perbankan internasional, seperti JP Morgan dan Citibank.

Ia pun turut mempelajari lebih lanjut terkait penilaian pihak independen terhadap jaminan kredit yang diberikan dalam bentuk produk kekayaan intelektual.

Wakil Direktur Bank Danamon, Widjojo Kangmasto mengatakan pejabat di bank atau bankir sedang mempertimbangkan rencana konten YouTube sebagai jaminan kredit.

“Para bankir sedang melirik, melihat dan saling belajar untuk bagaimana kita mau mengimplementasikan dan mengakomodasi ini,” katanya seperti dikutip dari Antara, Kamis, 28 Juli 2022.

Honggo mengakui Peraturan Pemerintah tentang Ekonomi Kreatif tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan perbankan. Namun sejauh ini, Bank Danamon belum berencana untuk mengimplementasikan kebijakan itu.

“Karena ini hal baru, kami juga mengantisipasinya agar berhati-hati dan kami terus terang belum mempunyai credit guideline mengenai ini,” kata Honggo.

Dia menekankan bahwa alam memberikan kredit, bank selalu melihat jaminan utama yang berupa proyek atau tujuan dari pemberian kredit. Jika debitur memberikan tanah, bangunan atau aset sebagai jaminan,hal tersebut disebut agunan tambahan.

“Dengan atau tanpa adanya PP 24, bagi comercial bankers seperti kami yang lebih penting itu adalah tujuan pemberian kredit. Nomor dua itu source of repayment dari mana kredit itu akan dibayar,” jelas dia.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menjelaskan bahwa sertifikat kekayaan intelektual dapat dijaminkan di bank sebagai fidusia. Sertifikat tersebut bisa digadaikan di bank untuk mendapatkan pinjaman.

Nantinya lembaga keuangan akan menentukan nilai kekayaan intelektual. Semakin tinggi value dan potensi ekonomi dari karya cipta, merk, atau patn yang dimiliki tersebut, maka nilai pinjaman yang diberikan pun akan semakin besar. (Antara/Rita)

Tags: #BankDanamon#BCA#Jaminankredit#Kekayaanintelektual#Perbankan#PP24tahun2022
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati