Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara PLTU Timor-1 telah mencemarkan Laut Timor. Dampak pencemaran itu, rumput laut milik nelayan rusak sudah tiga tahun atau sejak PLTU Timor -1 beroperasi.
“Teman-teman masih telusuri, tadi saya sudah koordinasi dengan mereka. Saya lagi menunggu hasilnya bagaimana dengan informasi ini. Coba validasi ke lokasi.,” kata Jusuf Otiswan Maromon, Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT kepada KatongNTT, Rabu, 7 Januari 2026.
Baca juga: Nelayan: Batubara PLTU Timor -1 Cemari Laut Timor, Tak Ada yang Peduli
Menurut Otis, ada banyak stakeholder yang terlibat seperti perusahaan pemilik kapal tongkang yang mengambil batubara dari Kalimantan dan yang melakukan bongkar muat batubara.
“Kami akan usut, validasi kebenaran informasi ini. Kita akan telusuri semua sampai yang bawa ini, transporter, kemudian di situ ada bagian angkut dari kapal ke penyimpanan, kita akan telusuri ke mereka,” ujar Otis.
PLN juga akan mencari tahu penyebabnya apakah keteledoran atau kesengajaan mengingat temuan nelayan bahwa benda berwarna hitam pekat mirip aspal ini muncul setiap 2-3 bulan atau 4 kali dalam setahun.
Dia mengatakan, untuk membuktikan terjadi pencemaran air laut perlu dilakukan uji laboratium. Dia belum mendapat informasi apakah PLN sudah pernah melakukan uji laboratorium tentang temuan nelayan tersebut.
“Saya baru 3 bulan di posisi ini di Kupang, saya belum menerima informasi,” ujar Otis.
Baca juga: Nelayan Minta Pemerintah Ungkap Limbah Hitam di Pantai Tablolong
Oktaf Alexander Sekatu sebagai Ketua umum Pembudidayaan rumput laut Lifuleo mengatakan, sedikitnya 85 petani rumput laut terkena dampak limbah batubara PLTU Timor –1 sejak tahun 2023. Para nelayan dari dua desa yang berdekatan dengan lokasi PLTU Timor-1, Lifuleo dan Tablolong, sudah tiga tahun ini mengeluhkan bahkan memprotes keras limbah batubara ini yang bukan saja telah mencemari Laut Timor, namun juga menghancurkan rumput laut budidaya para petani. Selain itu limbah ini telah merusak terumbu karang yang berfungsi sebagai rumah bagi ikan-ikan. *****




